BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Telkomsel berpartisipasi dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri dengan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Hal itu ditunjukkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membangun sarana fasilitas umum 54 unit mandi, cuci, kakus (MCK) dan 18 titik Sarana Air Bersih (SAB).

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini menjelaskan dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74, pihaknya ingin berkontribusi untuk negera dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat, pendidikan, digital dan filantropi.



"Bantuan yang kami berikan merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel yang tidak hanya selalu hadir dengan layanan komunikasi terdepan, tetapi juga turut membantu pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat, yaitu dengan membangun 54 unit MCK dan 18 SAB yang tersebar di empat kecamatan kota Tarakan, Kalimantan Utara," kata Emma, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, program tersebut sebagai langkah perusahaan telekomunikasi tersebut dalam mendukung peningkatan IPM bagi masyarakat Tarakan. "Dengan pembangunan fasilitas sanitasi dan sumber air bersih ini, kami berharap dapat dimanfaatkan bersama untuk masyarakat dan memperoleh tingkat hidup sehat yang layak," ujarnya.

Sementara itu, dalam memberikan layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia dengan membangun infrastruktur jaringan yang merata di negara Indonesia, termasuk seluruh wilayah di pulau Kalimantan. Di daerah itu, Telkomsel mendirikan sekitar 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dengan 11.400 di antaranya BTS broadband.

“Di Kalimantan jaringan Telkomsel telah menjangkau lebih dari 90% wilayah dan layanan broadband juga telah kami hadirkan untuk mengakselerasi ekosistem digital. Bahkan, sedang kami mengadopsi teknologi 4,9G Massive MIMO sebanyak 4 unit BTS yang tersebar di Banjarmasin, Balikpapan, dan Tarakan," ujar dia.

Secara khusus, lanjutnya, dari 14.500 unit BTS pihaknya mengoperasikan di terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Dengan 5.300 BTS diantaranya berada di wilayah perbatasan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina dan Papua Nugini. "Sedangkan sekitar 7.800 unit BTS di wilayah 3T itu," katanya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR