EMBUN putih yang setiap pagi hari muncul dan menyelimuti alam pegunungan menunjukkan keasrian alam pada lembah dua pegunungan di dua desa, yaitu Desa Tegalsari dan Desa Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Seolah berdiri di tengah puncak ketinggian. Di tengah dua pegunungan yang mengapit dua desa itu ada sebuah telaga yang saat ini digarap untuk pengembangan destinasi wisata Kabupaten Pringsewu. Telaga itu bernama Telaga Gupit.

Keindahan alam mulai dari tumbuhan dan keanekaragaman hayati yang tumbuh di sekitar telaga perlu dilestarikan sehingga membawa daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Keasrian alam yang harus dijaga dan dipertahankan. Telaga Gupit kini menjadi salah satu objek destinasi wisata.
Menilik sejarah Telaga Gupit, Anton Subagiyo, tokoh masyarakat setempat sekaligus pencetus kelompok sadar wisata (pokdarwis), menyampaikan berdirinya Telaga Gupit sekitar pada 1940. Warga setempat biasa menyebutnya Ngopit. Semula jalan berada di tengah-tengah bendungan, ada gorong-gorong kecil dan ada batu ngapit (batu berjejer), juga terdapat batu besar di dalamnya yang berbentuk seperti mangkuk dan memiliki sumber mata air. Mula-mula hanya seluas sekitar 2 hektare dan pada 1977 terjadi pembebasan sehingga menjadi 12,9 hektare oleh balai besar. Kemudian, dibangun bendungan Way Pujorahayu dan seiring waktu tenggelam sehinga jalan utama tidak digunakan dan beralih ke jalan yang baru sampai saat ini. Jika melewati Ngopit, warga harus permisi. Dulunya wilayah Ngopit sangat angker. Khususnya setiap Jumat Kliwon dan malam Ashura ada bunyi-bunyian gamelan, bahkan setiap orang yang pergi ke pasar menemui makhluk gaib yang berwujud manusia dan dagangannya menjadi laris. Oleh karena itu, sebutan sampai sekarang menjadi Telaga Gupit.
Telaga Gupit sekarang berfungsi ganda. Selain sebagai pengairan, juga sebagai wisata keluarga yang edukatif. Selain itu, ada sistem pengelolaan air yang baik dan bermacam-macam tumbuhan baik bambu maupun kayu. Sesuai RTRW Pringsewu 2012, Telaga Gupit dan wisata religi Pura Giri Sutra Mandala ditetapkan sebagai destinasi wisata dan tentunya masyarakat Pekon Mataram dan Tegalsari menyambutnya dengan membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang bekerja sama dengan Pemkab Pringsewu untuk menggali potensi alam dan SDM di Pekon Mataram dan Tegalsari.
"Agar sadar akan pariwisata demi peningkatan perekonomian masyarakat," ujar Anton ditemui, pekan lalu.
Dia mengungkapkan telaga ini merupakan harta karun yang jika dimanfaatkan dan difasilitasi menumbuhkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi pengangguran, khususnya Pekon Mataram dan Tegalsari. Anton berharap agar pemerintah segera melengkapi penerangan karena tiang dan gardu PLN belum sampai. Selain itu, sarana pengamanan pagar pembatas antara daratan dan Telaga Gupit, sarana WC umum, dan arena bermain untuk anak anak. Sebab, jika dimanfaatkan akan meningkatkan PAD, khususnya di bidang pariwisata. Menurutnya, sejak dulu daerah itu ramai pengunjung sehingga mereka membentuk pokdarwis untuk mengoordinasi para pedagang. Setiap Minggu ribuan orang berkunjung ke Telaga Gupit, dan tentunya berdampak positif bagi warga, terutama perekonomian masyarakat sekitar yang mengais rezeki sebagai pedagang.



Peresmian
Satu destinasi wisata baru secara resmi adalah Taman Wisata Telaga Gupit di Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, pada Minggu (10/12). Pembukaan kawasan wisata tersebut ditandai dengan diresmikannya kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat sebagai pengelola, serta acara selamatan kenduri bersama masyarakat empat desa yang wilayahnya berhampiran dengan Telaga Gupit. Selain itu, acara tersebut juga dirangkai dengan selamatan paguyuban petani pemakai air Telaga Gupit. Hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari wilayah setempat, yakni Anton Subagyo dan Joko Nugroho, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Pringsewu Syamsir Kasim, kepala Pekon Mataram dan Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, serta Kepala Desa Pujorahayu dan Karangrejo, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran.
Syamsir Kasim berharap dengan dibukanya secara resmi Taman Wisata Telaga Gupit, dapat meningkatkan geliat perekonomian masyarakat setempat. "Pemerintah Kabupaten Pringsewu tentunya siap mendukung upaya-upaya masyarakat dalam rangka memajukan pembangunan Kabupaten Pringsewu, terutama di sektor kepariwisataan," kata dia.

 

 

 

loading...

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR