BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Universitas Teknokrat Indonesia menyuguhkan inkubator bisnis bagi mahasiswanya. Hal tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan calon wirausahawan muda.

Guna memberikan wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa, sebanyak lima entrepreneur muda Indonesia membeberkan kiat suksesnya bagi mahasiswa dalam Talkshow Business Gerakan Wirausaha Muda (GerakMU), di Gelanggang Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Sabtu (20/7).



Kelimanya yakni Founder BIG Indonesia Dwi Andayani, Founder & CPO Pintro Syarif Hidayat, CEO Harmony Land Group Fithor Muhammad, Co Founder & CPO Pintaria Gerald Arif, dan Co Founder Aplikasi Ngampooz Gatot Wicaksono.

CEO Harmony Land Group Fitor Muhammad mengisahkan jatuh-bangunnya dalam menjalakan usaha. Ia sempat merugi hingga Rp400 juta pada semester 4 usahanya. "Rugi jangan membuat putus asa. Bisnis adalah tentang fokus menjadi ahli," kata Fitor. 

Co Founder & CPO Pintaria, Gerald Ariff mengatakan era revolusi industri 4.0 telah melahirkan edukasi 4.0. "Edukasi 4.0 yg merupakan kombinasi pembelajaran dengan internet of things," ujarnya. 

Ia menekankan teknologi merupakan kunci pendorong inovasi sektor pendidikan. Perguruan tinggi didorong menerapkan blended learning dan go online. "Mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha harus menetapkan dan memahami karakteristik pasar. Melalui blended learning hal itu bisa digapai," kata Gerald.

Founder&CPO Pintro, Syarif Hidayat menekankan perguruan tinggi harus memiliki ekosistem aplikasi smart campus. "Kampus mesti menyediakan sistem yang terintegrasi untuk kepentingan seluruh proses perkuliahan," ujarnya.

Founder BIG Indonesia Dwi Andayani menjelaskan pihaknya akan menjadi akselerator anak muda yang ingin menjadi wirausahawan. "Harus ada inkubator di perguruan tinggi. Mahasiswa Teknokrat adalah para sang juara, yang amat potensial menjadi para wirausahawan muda," kata dia.

Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Mahathir Muhammad menjelaskan kegiatan itu adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda.

"Di kampus ada inkubator bisnis, yang mengenalkan teknik selling, modal, hingga pasar. Akan ada pelatiham khusus lanjutan. Teknokrat siap menyediakan akses penjualan dan permodalan," ujar Mahathir.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR