LIWA (Lampost.co) -- Sebanyak 146 warga Lampung Barat yang tergabung dalam Gerakan Sayang Ibu (GSI), Selasa (4/9/2018), mengikuti pelatihan Satgas GSI.

Kegiatan itu dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan PP Lambar dengan pesertanya adalah anggota GSI kecamatan dan pekon. Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Dinas Iriansyah dan dipusatkan di aula kantor setempat.



Sementara pematerinya dihadirkan dari Dinas Kesehatan dengan materinya adalah faktor angka kematian ibu dan bayi. Kemudian dari PKK tentang penghijauan dan perawatan tanaman keluarga. Lalu dari IBI tentang kebutuhan gizi ibu hamil serta dari Dinas KB tentang keluarga yang hebat dalam devenisi keluarga.

Iriansyah dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dewasa ini perkembangan kesehatan keluarga masih diwarnai oleh rendanya kesiagaan suami yang ditandai dengan masih tingginya angka kematian ibu (AKI) melahirkan.

Hal itu menggambarkan bahwa masih banyaknya kaum yang belum menikmati fasilitas kesehatan. Karena itu perlu dilakukan upaya terpadu guna meningkatkan derajat kesehatan kaum ibu khususnya melalui bidang reproduksi.

Masih tingginya angka kematian ibu adalah karena faktor pendidikan dan pengetahuan sosial budaya dsn sosial ekonomi, geografi dan kesehatan. Faktor itu sangat komplek sehingga tidak mudah untuk ditangani. Sebab itu penangananya perlu dilakukan antar lintas sektor dan lintas program dan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Salah satu upaya itu adalah melalui pembentukan dan berkembangnya tugas dan program Satgas GSI karena didalamnya ada keterlibatan antar pemerintah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini maka diharapkan, program GSI kedepan dapat turut andil menekan angka kematian ibu dan bayi dengan menciptakan mekanisme dalam penanggulangan tiga kata terlambat.

Sebab lanjutnya, tiga terlambat ini merupakan faktor penyebab tingginya kasus AKI. Tiga terlambat itu adalah terlambat mengenal bahaya yaitu terlambat mengenal tanda bahaya dalam persalinan. Kemudian terlambat dirujuk ke fasilitas kesehatan dan terlambat ditangani oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemudian kematian ibu juga disebabkan 4 faktor saat melahirkan yaitu terlalu muda, terlalu cepat, terlalu sering dan terlalu tua.

Menyikapi hal ini maka perlu membuat komitmen bersama dalam bentuk koordinasi dengan berbagai jenis pelayanan kesehatan dan kerjasama lintas sektor mulai dari perencanaan, pergerakan pelaksanaan, pengawasan, pengendalian hingga penilaian kegiatan.

Sebab itu pihaknya memandang perlu dilaksanakanya pelatihan Satgas GSI ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR