BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Untuk menekan harga supaya stabil di bulan ramadan dan jelang idul fitri Dinas Perdagangan Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung menggelar penetrasi pasar di beberapa titik di Provinsi Lampung.

Kegiatan yang bekerjasama dengan PT Ciomas Adi Satwa, dan Pinsar Petelur Nasional (PPN), BI, Polda dan Japfa ini, setidaknya menggelar tiga penetrasi pasar yakni di Pasar Pasir Gintung, Pasar Panjang, dan Pasar Kopindo, Metro, Kamis (31/5/2018).



Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disdag Provinsi Lampung Ofrial mengatakan kegiatan Penetrasi Pasar ini dilakukan agar harga kebutuhan pokok stabil. Adapun yang dijual dalam penetrasi pasar ini adalah daging sapi austalia beku impor, daging ayam, dan telur.

Penetrasi tahap awal ini untuk masing-masing titik disediakan 200 kg daging yam, 200 kg daging sapi, dan satu ton telur. Adapun harganya yakni, daging sapi beku Rp80 ribu per kilo, daging ayam Rp31.500 per kilo, dan telur ayam Rp21 ribu per kilo. "Kecuali di Metro, daging ayam diminta 250 kg, yang lain sama. Ini lebih murah karena bukan dari pedagang, langsung dari pengusahanya," kata dia.

Kedepan, pihaknya akan menggelar kembali penetrasi pasar dibeberapa lokasi di kabupaten kota di Provinsi Lampung, tepatnya 7 Juni 2010. "Rencananya akan evaluasi kembali. Tanggal tujuh kita akan coba gelar kembali,  mendekati lebaran itu kan biasanya harga naik,  tempatnya belum,  akan dirapatkan dulu, kabupaten mana kota mananya nanti," kata dia.

Sekretaris Disdag Bandar Lampung, Doan menambahkan dengan adanya kegiatan Penetrasi Pasar yang baru pertama kali dilakukan ini diharapkan harga sembako di pasar tidak melonjak drastis. Mengingat dalam rangka ramadan dan menghadapi idul fitri ini harga kerap kali meningkat. "Lebih ke membantu masyarakat, tujuannya ini kan dibawah harga pasar umum," kata dia.

Disisi lain, dia mengakui kondisi pasar sampai saat ini masih stabil, stok sayur mayur maupun daging dan sembako lainnya masih aman. "Pasokan kita masih banyak, kita selalu adakan kunjungan pengawasan dan monitoring ke lapangan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR