METRO (Lampost.co) -- Dalam rangka menekan angka kekerasan anak dan perempuan serta mewujudukan pembangunan keluarga dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, BKKBN bersama mitra kerja yakni Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan sosialisasi ke Kota Metro, tepatnya di Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kamis (21/2/2019) sore.

Hadir dalam acara Kepala BKKBN Provinsi Lampung Uliantina Meiti, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Lampung Anggit Wardoyo, Sekretaris Dinas PPPA, Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Metro Wahyuningsih. Kegiatan tersebut juga diikuti ratusan peserta baik remaja maupun dewasa, pengelola atau kader remaja, organisasi masyarakat, penyuluh KB dan warga setempat.



Pada kegiatan sosialisasi di Metro Barat kali ini, Sekretaris Dinas PPPA, Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana Wahyuningsih menyampaikan kasus kekerasan perempuan dan anak harus punya perhatian khusus bagi masyarakat terutama keluarga. "Apabila di Kota Metro ini ada perempuan atau anak yang mengalami kekerasan atau pelecehan sosial agar segara melaporkan ke PPPA. Jangan takut untuk melaporkan, kita harus beri tidakan tegas bagi pelaku kekerasan anak dan perempuan," ujarnya saat memberikan sosialisasi.

Disamping itu, lanjut Wahyuningsih, phaknya juga membentuk koalisasi kependudukan mulai dari intansi terkait, akademisi, hingga tokoh masyarakat untuk memberikan pendampingan dan pengawasan serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kaum perempuan dan anak.

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Lampung Uliantina Meiti mengatakan setiap keluarga harus memiliki porsi perlakuan yang berbeda-beda untuk setiap anggota keluarga mulai dari yang memiliki balita, anak remaja, maupun lansia."Inilah yang dinamakan keluarga. Pasti merasakan yang namanya memiliki balita, anak remaja, hingga lansia. Terutama bagi anak remaja ini butuh perhatian lebih dalam pengawasan. Karena masa masa-masa ini kita sebagai orang tua harus memiliki peran yang baik agar anak kita tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif. Mulai dari kenakalan remaja, narkoba, atau pergaulan bebas," katanya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR