WAY KANAN (Lampost.co) -- Team Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Way Kanan meringkus dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) sepeda motor yang selalu membawa senjata api (senpi) rakitan saat melancarkan aksinya.

Kapolres Way Kanan AKBP Doni Wahyudi, melalui Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, Minggu (01/04/2018), menjelaskan bahwa anggota Tekab 308 Polres Way Kanan telah membekuk pelaku curas yang selama ini selalu beraksi menggunakan senjata api di wilayah Kecamatan Pakuan Ratu.



"Kita mengamankan pelaku sebanyak tiga orang, dua pelaku curas dan satu orang penadah barang bukti hasil curian tersebut," terangnya.

Dua orang pelaku yakni berinisial GT (24) warga Kampung Bumimulya, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan dan SN (24) warga Kampung Tanjungratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuhan, Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan satu orang penadah tersebut berinisial HR (35) warga Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.

Aksi para pelaku terungkap atas laporan korban Aji Sadewa (18) warga Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Pakuanratu, Way Kanan yang melapor pada Sabtu (24/3/2018) setelah kehilangan sepeda motor merek Yamaha Vixion akibat dirampas para pelaku.

Sekitar pukul 20.34, sewaktu dalam perjalan pulang di tengah jalan korban dihadang oleh tiga orang laki-laki yang tidak di kenal dan langsung mengancaman dengan menodong senpi dan senjata tajam serta meminta barang berharga korban. "Karena merasa terancam korban menyerahkan sepeda motor miliknya," ujarnya

Setelah mendapat laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dengan melakukan cek lokasi dan memintai keterangan para saksi, untuk mencari petunjuk keberadan pelaku. Setelah beberapa hari kemudian, petugas mengetahui keberadaan sepeda motor Yamaha Vixion milik korban berada di wilayah Kecamatan Baradatu.

Tepatnya pada Minggu (01/4/18), sekitar pukul 03.00, Tekab 308 Satreskrim mendapat informasi, bahwa sepeda motor hasil curas dijual di Baradatu yang diduga sebagai pelaku penadah barang curian tersebut berinisial HR. Dengan dipimpin oleh Kasat Reskrim dan KBO Reskrim menuju rumah kediaman HR di Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu ternyata benar barang bukti tersebut telah dibeli oleh pelaku HR.

Saat dilakukan penggeledahan dilokasi, didapatkan barang bukti berupa satu unit sepada motor Yamaha Vixon warna hitam tanpa plat milik korban, dan menurut keterangan dari HR kendaraan ia dapatkan dari pelaku GT yang tinggal Kampung Bumimulya, Kecamatan Pakuanratu, Way Kanan. "Saat di gelandang ke Polres Way Kanan HR tidak melakukan perlawanan, kata dia.

Berdasarkan keterangan dan penyidikan lebih lanjut dari penadah yakni HR, kata Yuda, selanjutnya Tekab 308 melakukan pengembangan di kediaman pelaku GT. Namun, saat penyergapan berlangsung, pelaku melakukan perlawanan menggunakan senpi rakitan.

"Terjadilah baku tembak antara pelaku dan petugas saat hendak melakukan penangkapan terhadap GT. Tembakan peringatan pun tidak menyurutkan niat pelaku untuk menyerah. Sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku saat hendak melarikan diri dan akhirnya pelaku ditembak kakinya pada bagian kiri," ujarnya.

Saat dimintai keterangan terhadap pelaku GT dilokasi bahwasannya dirinya melakukan curas tidak sendiri melainkan bersama SB dan YG. Mendapatkan informasi tersebut akhirnya tim tekab 308 Polres Way Kanan melanjutkan penangkapan terhadap dua pelaku lainnya.

Ditempat terpisah, pelaku SB kembali diamanakan saat berada dirumah kakaknya di Bandar Kasih Sopoyono, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, tanpa perlawanan berikut satu bilah sejam jenis golok. Namun ketika petugas akan meringkus pelaku lainnya yakni YG, tersangka tidak berada dirumah. Kini YG telah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Way Kanan. Selain itu, anggota berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam tanpa plat yang digunakan pelaku melakukan curas.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR