KALAU saat Macos jatuh, dunia dibuat tercengang dengan ratusan pasang sepatu mahal Imelda Marcos di Istana Malacanang, kini warga Malaysia berang menyaksikan polisi menyita 284 kotak warna jingga Hermes Birkin berisi tas mewah milik Rosmah Mansor, istri mantan PM Malaysia Najib Razak. Paling murah, tas itu sebuah 11.900 dolar AS atau Rp168 juta.

Koleksi tas mewah itu merupakan salah satu hasil penyitaan yang dilakukan kepolisian Malaysia dari penggeledahan kediaman dan properti milik mantan PM Majib Razak pekan lalu. Sederet tas mewah itu milik Rosmah Mansur, istri Najib yang dikenal hidupnya glamor.



Kotak-kotak jingga milik Rosmah Mansur itu membuat warga Malaysia berang. Mereka bandingkan Rosmah dengan Imelda Marcos. Tagar #Birkin menjadi trending topic Twitter di Malaysia, isinya membahas isi 284 kotak berisi tas-tas mewah itu. (Kompas.com, 24/5)

"Birkin, mengapa kalian membuat tas begitu mahal, makhluk apa yang dibunuh untuk tas ini. Tas ini harganya jutaan ringgit? Apakah memiliki apa yang saya butuhkan? Apakah tas itu punya kabel USB dan powerbank? Bisakah saya masukkan ikan patin ke tas itu?" tulis akun @MogiYgJahat.

"Satu tas Birkin 200K USD = RM800K. Bisa untuk beasiswa satu mahasiswa kedokteran untuk lima tahun. Satu tas Birkin membiayai 14 mahasiswa kedokteran," tulis akun @rachelkori.

"Sebanyak 72 tas perhiasan, 284 kotak tas mewah. Harga semua tas Birkin itu bisa mencapai 56 juta dolar. Tak salah jika menyebut Rosmah seorang kolektor," tulis @yinshaoloong.

Bagi sebagian besar rakyat Malaysia, koleksi tas mewah Rosmah itu simbol vulgar tak pedulinya pemerintahan Najib pada nasib rakyat kecil. Koleksi tas mewah Rosmah itu hal kontras di saat sebagian rakyat dalam kesulitan ekonomi.

Penggeledahan kediaman manatan PM Najib Razak sejalan dengan pemeriksaan Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) terhadap Najib atas tuduhan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhard (1MDB). Kasus ini merebak setelah Wall Street Journal pada 29 Maret 2016 melaporkan ada aliran dana 700 juta dolar AS ditransfer dari perusahaan milik pemerintah 1MDB ke rekening pribadi Najib Razak.

Dalam pemeriksaan MACC pekan lalu Najib diminta keterangan seputar aliran dana mencurigakan 42 juta ringgit, sekitar Rp149,6 miliar, yang masuk ke rekeningnya. Najib mengaku telah menjabarkan pertanyaan itu.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penyidik yang telah menjalankan tugasnya secara profesional," ujar Najib, menunjukkan sikap kooperatif.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR