KALIANDA (Lampost.co)-- Sejumlah pengunjung pasar malam di Lapangan Sepakbola Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan mahalnya tarif retribusi parkir kendaraan roda dua yang ditarik oleh Karang Taruna desa setempat, Sabtu (30/9/2017) malam.

Menurut salah satu pengunjung pasar malam, Jepri (28) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Palas, ia dikenakan tarif parkir yang ditetapkan Karang Taruna Desa Bangunan sebesar Rp3.000 per motor. Padahal, biasanya setiap pasar malam sebelumnya tarif retribusi parkir hanya Rp2.000 per motor. 



"Mahal bener sekarang tarif parkir. Biasanya cuma Rp2.000 per motor. Kok sekarang jadi Rp3.000 per motor. Tarif itu berdasarkan apa. Enggak jelas tarif parkir itu," kata dia saat ditemui di pasar malam itu. 

Dengan tarif itu, dia meragukan bahwa pemasukan dari tarif retribusi parkir itu  yang ditetapkan Karang Taruna itu masuk ke desa setempat sebagai pendapatan asli daerah (PAD) desa. "Masih mending kalau tarif parkir itu jelas peruntukannya," kata dia. 

Sementara itu, salah satu petugas parkir yang enggan jati dirinya disebutkan, mengatakan pihaknya memungut retribusi berdasarkan perintah dari Karang Taruna Desa Bangunan. "Saya enggak tau soal penetapan besara tarif parkir. Saya hanya mengikuti perinta dari Karang Taruna saja," kata dia. 

Terpisah, Kepala Desa Bangunan, Isnaini membenarkan adanya pungutan tarif retribusi parkir di Pasar Malam sebesar Rp3.000 per motor. Ia mengaku penetapan tarif iti berdasarkan hasil musyawarah Panitia Parkir yang dikelola karang Taruna.
"Tarif itu sudah hasil dari musyawarah Karang Taruna di Dusun 2 dan 3. Jadi, tarif itu sudah hasil musyawarah dari mereka," kata dia saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (30/9/2017). 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR