KOTABUMI (Lampost.co)--Permasalahan parkir yang dikelola oleh pihak ketiga di Rumah Sakit Daerah HM Mayjend Ryacudu Kotabumi dikeluhkan masyarakat, khususnya pasien setempat karena pelayanan parkir terkesan memberatkan. 
Mesin parkis juga rusak sehingga biaya parkir asal main tembak saja dang tarif yang cukup tinggi. Ini cukup memberatkan bagi keluarga pasien miskin yang dirawat atau berobat di sana.
Kondisi ini belum diketahui Bupati Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara. Namun, ia akan meninjau ulang kontraknya.
"Saya tidak parkir tahu itu naungannya dibawah siapa, cuma kedepan akan kita coba formulasikan bahwa keluarga pasien akan dibebaskan dari segala biaya. Termasuk tarif masuk parkir kendaraannya yang menunggu keluarganya. Karena selama ini banyak keluhan dari masyarakat, "kata Bupati saat memimpin rakor beberapa waktu lalu.
Menurut Agung, persoalan parkir di areal rumah sakit daerah kebanggaan masyarakat Lampura itu telah sering diperingati untuk memperbaikki pelayananya. Bahkan, sangking seringnya telah beberapa kali disidak, tidak hanya menimpa masyarakat awan ada salah satu anggota dewan menjadi korbannya.
"Jadi nanti akan kita coba itu diterapkan, dan mereka harus memperbaikki pelayannnya. Karena disana, warga itu sedang ditimpa musibah ditambah dengan keadaan demikian," jelas Bupati.

Sementara itu, banyak masyarakat mengeluhkan pelayanan parkir disana. Sebab, tatif parkir yang dimintai penggunannya diduga asal tembak. Sehingga mereka, khususnya warga setempat mengurus keluarganya berobat disana semakin diberatkan.



"Ya gimana enggak, kita kalau ada keperluan di sana dimintai parkir lumayan besar. Seperti belum lama ini parkit tak sampai sejam diminta Rp5.000 bahkan lebih, padahal tarifnya hanya Rp2.000/jam untuk motor. Dan saya saat itu memakai kendaraan roda dua, "kata salah seorang warga setempat, Selasa (17/7/2018).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR