BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Festival Ekonomi Syariah (FESyar) regional Sumatera yang dihelat di Lampung menarik puluhan ribu masyarakat yang berkunjung ke FESyar Fair dan berbagai rangkaian seminar dan talkshow yang digelar selama empat hari (2-5/8/2018) pergelarannya.

Terlebih, kegiatan tahunan Bank Indonesia itu meraup transaksi sebesar Rp41 miliar yang membuat nilai tersebut melebihi target transaksi sebesar lebih dari 2500 persen dari target awal sebesar Rp1,7 miliar.



Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Budiharto menjelaskan transaksi FESyar kedua untuk wilayah Sumatera meraup transaksi sebesar Rp41 miliar. Hal itu ada yang masih dapat ditindaklanjuti hingga mencapai Rp85 miliar. Sementara dari dari penjualan langsung terdapat sekitar Rp400 juta, sehingga total mencapai diatas Rp100 miliar.

"Peminatnya cukup tinggi. Saat pembukaan targetnya sekitar Rp1 miliar sampai Rp2 miliar, tetapi kami dari bisnis matcing ini bisa Rp41 miliar dan ada peluang lagi sampai Rp85 miliar. Jadi peluangnya cukup lebar, karana yang mengikuti daei seluruh wilayah Sumatera bertemu semua disini," kata Budi usai penutupan.

Menurutnya, hasil transaksi yang jauh melampaui target itu, karena banyak produk untuk kebutuhan baik ekspor maupun antar daerah dan untuk memenuhi kebutuhan perhotelan, dan ritel-ritel. "Sementara pengunjungnya sebelum ada Sabyan ini saja sudah diatas 7 ribu dan malam ini kira-kira sudah tembus 15 ribu pengunjung, jadi ini luar biasa," ujarnya.

Dia melanjutkan, berikutnya FESyar akan digelar di Kepulauan Riau dan menjadi daerah yang sangat baik, karena sangat berdekatan dengan wilayah internasional. "Kedepan kami berharap banyak produk Lampung bersertifikat halal dan pengusaha UMKM nya terus tumbuh. Dari sisi keuangan syariah meningkat peranannya. Kalau selama ini 5 persen, harus bisa ditingkatkan lagi dari itu," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR