PRINGSEWU (Lampost.co) -- Pelaksanaan pembangunan Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu Kecamatan Pagelaran, sampai saat ini baru menyelesaikan ganti rugi dan tahap penyelesaian tapak bendungan Way Sekampung seluas 1.320 ha. Hal ini disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji dan Way Sekampung, Iriandi Azwartika pada sesi konferensi pers yang di gelar di lokasi bendungan, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya proyek nasional ini sampai sekarang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 624 orang dengan mulai kerja tahun 2016 dan di perkirakan selesai tahun 2020 mendatang.



Dia menyatakan dari jumlah tersebut semuanya adalah tenaga kerja asli Indonesia artinya tidak ada tenaga asing di proyek ini. "Kami tetap memprioritaskan tenaga lokal, apalagi jika memiliki keahlian dan keterampilan," kata dia.

Dia menambahkan pengerjaan proyek bendungan dengan jangka lama, dianggarkan sebesar Rp1,8 triliun.

Menurut dia luas genangan di bendungan Way Sekampung mencapai sekitar 830 ha termasuk di dalamnya tapak bendungan yang luasnya 132 ha.

Sementara Dirjen Bina Konstruksi Kementrian PUPR Syarif Burhanuddin menyatakan membangun bendungan besar dibutuhkan tenaga terampil dan ahli. Untuk membuktikan apakah tenaga tersebut ahli dan terampil, maka dibutuhkan sertifikasi.

Sertifikasi konstruksi, kata dia, merupakan legalitas yang diberikan pemerintah agar tenaga ahli dan terampil benar-benar bisa menunjukan kualitasnya. Dengan sertifikasi tersebut di harapkan keilmuan dalam bidang konstruksi bisa sejalan dengan disiplin kerjanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR