DUA hari lalu, Komisi Pemilihan Umum Lampung Utara dan Tanggamus menyelesaikan agenda penting Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Agenda tersebut, yakni rapat pleno penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati yang dibarengi dengan penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Untuk Pilbup Lampura, pasangan calon Agung Ilmu Mangkunegara-Budi Utomo memperoleh 162.426 suara (49,33%). Di posisi kedua, Zainal Abidin-M Yusrizal dengan 104.885 suara (31,86%) dan peringkat ketiga Aprozi Alam-Ice Suryana dengan raihan 52.139 suara (15,84%). Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 418.429 suara, total suara sah berjumlah 319.450 suara dan tidak sah 9.789 suara.



Setelah penghitungan suara selesai akan dilanjutkan dengan tahap penetapan pasangan calon terpilih yang dijadwalkan berlangsung besok. Tetapi jika ada gugatan sengketa selisih penghitungan suara, penetapan calon terpilih akan dilakukan setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, di Tanggamus, pasangan calon Dewi Handajani-AM Syafi’i meraup 170.570 suara (55,96%) diikuti Samsul Hadi-Nuzul Irsan yang  mendapatkan 134.200 suara (44,03%). Dari DPT sebanyak 440.522 suara, total suara sah 304.770 suara dan tidak sah 10.546 suara.

Apabila persentase golput dihitung secara sederhana berdasar pada DPT dikurangi jumlah suara sah, angka golput di Lampura cukup tinggi di level 24%, sementara golput di Tanggamus sekitar 31%. Tingginya angka golput harus menjadi perhatian serius pihak penyelenggara pemilu, terlebih tahun depan digelar pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden serentak pada 17 April 2019.

Tantangan terberat bagi penyelenggara adalah mendongkrak partisipasi pemilih. Makin banyak pemilih yang menggunakan hak mereka, makin baik pula derajat keterwakilan calon terpilih.

Meskipun demikian, kita tidak dapat menafikan kenyataan bahwa peraih suara terbanyak di Pilkada Lampura adalah pasangan Agung Ilmu Mangkunegara-Budi Utomo dan di Tanggamus pasangan Dewi Handajani-AM Syafi’i. Semua pasangan calon yang berkompetisi pastilah sudah melakukan kerja politik yang terbaik. Tetapi hanya ada satu pasangan pemenang yang akan ditetapkan KPU.

Tinggal kelak kepala daerah terpilih merealisasikan visi dan misi yang dijanjikan selama masa kampanye. Lampura dan Tanggamus, meskipun terpaut jarak cukup jauh, secara umum memiliki tantangan yang sama, yakni kondisi infrastruktur.

Rehabilitasi dan penambahan infrastruktur sangat mendesak dilakukan untuk memperbaiki akses ke kawasan perkebunan dan pertanian hortikultura. Persoalan keamanan wilayah juga perlu ditingkatkan agar aktivitas masyarakat sehari-hari dapat berjalan lancar dan tidak diliputi kekhawatiran.

Masyarakat tentu berharap siapa pun pemenangnya pembangunan di Lampura dan Tanggamus dapat berjalan baik agar impian menjadi daerah adil dan makmur segera terwujud.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR