BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kejaksaan Tinggi Lampung optimistis dengan anggaran Rp100 juta pertahun bisa optimal mencari dan menangkap buronan. Hal itu diungkapkan Asisten Intelijen Kejati Lampung, Raja Sakti Harahap di Kantornya Senin (20/8/2018).

Menurut Asintel Kejati Lampung ini, anggaran yang dikucurkan negara untuk memburu para buronan berbagai kasus tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, 
"Ya sekitar itu 100 juta, kalau dilihat jumlahnya semestinya kurang kalau kita bergerak setiap saat, bukan berarti kami tidak  bergerak melakukan pengejaran hanya kalau ada informasi pas mengenai buronan baru kita ke lokasi yang sudah pasti itu," katanya. 



Dengan anggaran itu untuk 2018 ini sudah ada 7 buronan yang dilakukan pengkapan, mengenai kendala hampir tidak ada, hanya tim di lapangan betul-betul menginginkan informasi dari masyarakat.

Ia menyebut untuk melakukan pengkapan sebetulnya tidak sulit hanya saja pihak Kejati menginginkan informasi dari masyarakat. "Kalau ketahuan nomor hp enak kan bisa kita pantau dia (buronannya), tapi kalau menggunakan nama orang lain ya susah juga," kata Asintel.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR