BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah Lampung menggelar press rilis hasil Operasi Sikat II Krakatau 2017, di halaman Mapolda Lampung, Kamis (5/10/2017).

Operasi dengan target pengungkapan kasus curas, curat, dan curanmor dan senjata api ilegal itu digelar sejak 14 September--3 Oktober 2017.



Kapolda Lampung, Irjen Suroso Hadi Siswoyo mengatakan dalam operasi yang digelar Polda Lampung dan Polres/ta jajaran selama 20 hari itu dapat mengungkap target operasi orang, barang, tempat, dan perkara dengan prosentase sebesar 100 persen.

"Target orang (TO) sebanyak 45 orang, terungkap seratus persen, non TO sebanyak 312 tangkapan, sehingga total 357 orang," ujarnya.

Kemudian, lanjut Kapolda, target tempat yang ditetapkan sebagai tempat kejadian kejahatan atau tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian sepeda motor (curas, curat dan curanmor atau C3) sebanyak 34 tempat, dalam pelaksanaan operasi tidak terdapat kejadian.

Sedangkan untuk target operasi barang yang ditetapkan dalam operasi sebanyak 15, dapat terungkap 100 persen. Ditambah dengan ungkap barang hasil kejahatan non TO berjumlah 1.042, total 1.066 barang dengan rincian sebagai berikut : mobil 6 unit, sepeda motor 103 unit, senpi rakitan 24 pucuk berikut amunisi sebanyak 55 butir, senjata tajam sebanyak 17 bilah, 33 pucuk kunci latter T, 73 unit ponsel, 6 unit televisi, 6 buat cincin emas, dan barang lainnya sebanyak 709 buah.

Selanjutnya target operasi perkara yang ditentukan dalam operasi berjumlah 9 perkara, terungkap 100 persen ditambah dengan ungkap perkara non TO sebanyak 320 perkara dengan rincian, 72 perkara curas, 172 perkara curat, 70 perkara curanmor, dan 15 perkara penyalahgunaan senjata api. Kemudian penyerahin senjata api rakitan dari masyarakat Kabupaten Mesuji sebangak 70 pucuk.

"Selama pelaksanaan operasi terjadi satu perkara menonjol yakni kasus pencurian dengan kekerasan (curas) menggunakan senjata api yang terjadi pada Sabtu (30/9) di Pringsewu dengan lima orang tersangka berinisial JH, EJ, DIS, JES, HNS. Satu orang DPO berinisial O masih dalam pengejaran Tekab 308 Polda Lampung," ujar Kapolda.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR