SUKADANA (Lampost.co) -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lamtim aktif melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap organisasi masyarakat (Ormas) serta warga setempat. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pengurus ormas serta masyarakat, guna mengantisipasi dan menghindari munculnya paham-paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupate Lamtim, Wirham Riyadi, kepada Lampost.co, Rabu (29/8/2018) menjelaskan, radikalisme merupakan paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis, dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan cenderung dilakukan dengan teror. Radikalisasi bukan suatu proses yang instan dan sederhana. Proses itu sangat kompleks dari proses pengenalan, identifikasi diri, indoktrinasi, radikalisasi, hingga tindakan teror.



Paham-paham seperti itu kata Wirham, tentu sangat berbahaya bagi negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Sehingga sejak dini atau sejak awal harus benar-benar diwaspadai oleh seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Lamtim.

Karena itu, lanjut Wirham, maka pihaknnya juga aktif melakukan pemantauan dan pembinaan baik terhadap ormas maupun individu atau perorangan yang ada di wilayah Kabupaten Lamtim.

Dalam pemantauan dan pembinaan, pihak Kesbangpol Kabupaten Lamtim bukan hanya mendata atau mencatat jumlah ormas yang ada, tetap juga langsung memberikan pembinaan dengan manambah wawasan dan pengetahuan mereka mengenai paham radikal serta dampak serta bahayanya bagi keutuhan NKRI.

“Pemantauan dan pembinaan semacam itu terus kami lakukan di seluruh wilayah Kabupaten Lamtim,” kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR