SEORANG pemimpin memang dituntut bertanggung jawab atas kinerjanya melayani publiknya. Namun tanggung jawab itu sebatas kebijakan, bukan dengan melayani bak cleaning service.

Iya kidah... kik aga iya kuk nyapu, api guwaini tian sai dibayar sa (Iyalah kalau mau dia pun yang menyapu, apa gunanya mereka yang dibayar).



Seperti cerita Perdana Menteri Belanda Mark Rutte patut mendapat apreasiasi atas tindakannya. Dia membersihkan sendiri tumpahan kopi yang tengah dipegangnya tanpa memikirkan dia adalah pemimpin negara.

Dilansir dari BBC, mengangkat gelas kopi dan membuangnya. Saat seorang petugas kebersihan lewat dan hendak membersihkan kopinya, Rutte mengambil alat pel. Rutte membersihkan kopinya dengan alat pel itu. Ia bahkan mengelap percikan kopi di pintu mesin dengan kain berwarna biru.

Nah... adu layau de ana. Kik suntan sai aga nyapu, api kidah gunani kimas no pukha. Wat-wat gawoh (Nah kacau itu, kalau raja yang menyapu apa gunakan hulubalang atau abdi dalem. Ada-ada saja).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR