SUKADANA (Lampost.co)-- Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim melalui Bidang Pencegahan dan Pembrantasan Penyakit (P2P) lakukan fogging (pengasapan) di Desa Gedungwani, Kecamatan Marga Tiga, Rabu (9/5/2018).
Fogging  yang  dilakukan untuk mengantisipasi  meluasnya serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD), menyusul adanya seorang warga di desa itu yang positif terserang penyakit berbahaya tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamtim Syamsu Rizal, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pembrantasan Penyakit (P2P) Sartono, kepada lampost.co, Rabu (9/5/2018) menjelaskan, penyakit DBD sendiri merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya dan ganas,  karena bisa menyebabkan kematian jika terlambat atau salah dalam penanganannya. Kemudian penyakit itu juga sangat mudah sekali menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
Di wilayah Kabupaten Lamtim, lanjut Sartono, sejak Januari hingga pekan ke dua Mei 2018 perkembangan penyakit berbahaya itu saat ini cenderung menurun. Dimana pada bulan Januari 2018 tercatat sejumlah 19 orang warga Lamtim yang diserang penyakit DBD. Kemudian pada bulan Februari 2018 jumlahnya meningkat lagi menjadi 24 orang warga yang terserang. Sementara pada bulan Maret 2018 jumlah warga yang diserang DBD kembali menurun yaitu sejumlah 15 orang. Selanjutnya pada April 2018 tercatat hanya 11 orang warga Lamtim yang terserang penyakit DBD. Sementara untuk bulan Mei 2018, hingga memasuki pekan kedua tercatat baru satu orang warga Gedungwani Lamtim yang positif terserang penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypty tersebut. 
Namun, lanjut Sartono, meski serangan penyakit itu menunjukkan penurun pada empat bulan terakhir, pihaknya tetap tak amu ambil resiko. Sebab penularan penyakit DBD tersebut susah terdeteksi, dimana nyamuk penular yaitu aedes aegypty bisa muncul kapan saja dan dimana saja sepanjang hari.
Dengan penyemprotan yang dilakukan kata dia, diharapkan dapat membantu menanggulangi serangan penyakit DBD. Karena penyemprotan tersebut dilakukan dengan tujuan melokalisir dan mengantisipasi kemungkinan meluasnya serangan penyakit DBD itu sendiri.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR