BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan yang rencananya akan diberlakukan untuk kelas I dan kelas II pada Januari 2020 ini menuai banyak reaksi dari para warga Kota Bandar Lampung.

Yati (45) yang merupakan ibu rumah tangga ini menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah karna dirasa keputusan ini hanyalah keputusan sebelah pihak tanpa mau survey keadaan warganya terlebih dahulu. "Menurut saya kenaikkan ini sangat menjadi beban untuk keluarga saya, selain kehidupan sehari-hari, biaya anak sekolah, listrik, air saja masih harus di bagi-bagi. Sekarang di tambah kenaikkan iuran BPJS Kesehatan," kata diasaat ditemui, Minggu, 8 September 2019.



Ia menambahkan, jika kenaikkan ini bisa saja dapat di terima asalkan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit juga ditingkatkan kualitasnya. "Saya bisa saja menerima meskipun terpaksa, asalkan kualitas rumah sakit harus d tingkatkan, baik dari segi medis maupun perlengkapan. Saya sering menemani suami saya berobat, sangat jelas terlihat perbedaan pelayanan untuk pasien asuransi kesehatan khusus dengan pasien BPJS Kesehatan dan KIS," kata dia.

Kenaikan akan diberlakukan dengan tarif Rp160 ribu untuk kelas I dan Rp110 ribu untuk kelas II. Namun begitu ada juga warga yang tetap mendukung keputusan Pemerintah. Putra (50) menyatakan dukungannya terhadap pemerintah, karena menurutnya pemerintah telah melakukan perhitungan yang baik sehingga tahu di tingkat/kelas berapa BPJS Kesehatan dinaikan iurannya.

"Harapan saya setelah dinaikkan iuran BPJS ini, kualitas ditingkatkan agar para masyarakat tidak kecewa. Selain itu juga jika masyarakat keberatan bisa saja langsung pindah ke kelas III yang sekarang diperkirakan tidak akan naik iurannya," katanya.

Kenaikkan ini mendapat banyak respon baik positif maupun negatif dari warga Bandar Lampung. Harapan mereka agar pemerintah melihat dengan bijak apakah kenaikkan ini akan membuahkan hasil yang baik atau justru sebaliknya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR