KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Kabupaten Tanggamus dipilih sebagai Daerah Rencana Pertahanan Negara, hal ini terungkap pada saat seminar hasil Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Teknologi Pertanahan, Universitas Pertahanan (Unhan). Berlangsung di gedung Audotorium, Universitas Pertanahan Indonesia, Kamis (19/4/2018).

Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor 1 Dadang dengan dihadiri oleh seluruh pejabat eselon 1 dan 2 Unhan, Kepala Bappeda Lampung Taufik Hidayat, Sekda Tanggamus Andi Wijaya, Kepala Bappeda Tanggamus Hendra Wijaya Mega beserta Sekretaris Doni Sengaji, Kadis Pariwisata Tanggamus Retno Noviana dan sejumlah kepala OPD Tanggamus lainnya.



Hendra Wijaya Mega, menyatakan bahwa semniar yang digelar di Kabupaten Tanggamus dilaksanakan oleh masing-masing prodi. Prodi Industri Pertahanan menyimpulkan jika Tanggamus mempunyai letak yang strategis, Teluk Semaka. Terdapat 2 alternatif, yakni antara kawasan register 28 atau kawasan register 27.

"Kesimpulannya, kawasan register 27 dan 28 direkomendasikan untuk BUMNIP bidang Matra Laut dan Matra Darat," katanya saat dihubungi, Kamis (19/4/2018).

Sedangkan untuk Matra Udara yaitu PT DI, tidak direkomendasikan di Tanggamus tetapi diusulkan ke lokasi lain di Astra Kestra Kabupaten Tulang Bawang. Hal itu senada dengan kesimpulan dari Prodi Industri Penginderaan yang disampaikan oleh Larasati, PT Pindad dan PT PAL sangat sesuai untuk dikembangkan di register 28. PT DI tidak sesuai dikembangkan di register 27 dan 28 karena topografi yang tidak memungkinkan.

Dari Prodi Teknologi Persenjataan dengan Penelitian Analisa Kelayakan Kabupaten Tanggamus Dalam Rencana pengembangan BUMNIP Industri Persenjataan menyatakan kedua kawasan memadai dari segi kontrol akses publik, sistem kontrol Produk, kondisi tanah dan prasarana transportasi. Namun kurang memadai dalam segi lokasi explosive, sistem ancaman bencana alam dan sumberdaya Manusia.

"Prodi ini menyarankan kepada pemerintah guna melakukan analisa dalam alih fungsi hutan lindung. Jika akan dibangun di Tanggamus maka diperlukan bangunan yang memiliki daya tahan terhadap bencana," kata Hendra.

Sementara dari Prodi Teknologi Daya Gerak menyampaikan jika berdasarkan data yang diperoleh maka kondisi saat ini telah memenuhi persyaratan untuk pengembangan PT Pindad dan PT PAL. Khusus PT DI belum memenuhi syarat karena topografinya tidak mendukung. PT pindad di register 27 dan PT PAL efektif di bangun di register 27 dan 28.

"Apabila rencana ini dapat diwujudkan maka perlu sinergitas dengan program RTRW serta RPJP provinsi Lampung dan Kabupatem Tanggamus," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR