SUKADANA (Lampost.co) -- Serangan hama tikus yang terus merajalela di wilayah Kecamatan Sekampung benar-benar membuat para petani kelabakan dan merugi. Namun  dari pada tidak sama sekali, para petani mengambil tanaman padi sisa serangan hama tikus untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Tanaman-tanaman padi yang semula menghijau dengan bulir-bulir padi mulai berisi tersebut, kini sudah terlihat mulai menguning. Tanaman padi tersebut mulai menguning setelah sebelumnya sebagian batang muda serta bulir-bulir padinya di lahap oleh hama tikus.



Sisa-sisa tanaman padi yang nampak sudah mulai menguning pertanda akan segera puso itulah yang kini diambil oleh petani. Para petani membabat sendiri sisa-sisa tanaman padi puso itu dan dibawa pulang untuk dimanfaatkan untuk pakan ternak. “Ya hanya inilah tanaman padi kami yang tersisa, daripada tidak sama sekali, lebih baik kami manfaatkan untuk pakan ternak sapai atau kambing kami di rumah,” kata Marwan, Minggu (22/7/2018).

Marwan yang merupakan salah seorang petani di Desa Giri Klopo Mulyo, Kecamatan Sekampung, mengatakan serangan hama tikus yang melanda sebagian besar lahan sawah petani di wilayah Kecamatan Sekampung saat ini memang berakibat sangat fatal.

Serangan hama pengerat tersebut berlangsung setiap hari terutama pada saat malam hari. Serangannya juga sangat ganas dan cepat, sehingga hanya dalam waktu beberapa hari saja tanaman padi rusak karena dimangsa hama tikus tersebut, Sudah puluhan bahkan mungkin ratusan hektare lebih.
 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR