MENGGALA (Lampost.co)--Petani di Kecamatan Rawapitu mengeluh lantaran padi milik mereka diserang hama tikus dan keong. Akibatnya, tanaman padi yang baru berumur 15 hari rusak.

Kisworo, salah satu petani di Kampung Rawaragil, Kecamatan Rawapitu, mengatakan serangan hama tikus terjadi sejak empat hari terakhir, mengakibatkan tanaman padi miliknya yang baru berumur 15 hari rusak.



Dia mengeluh lantaran harus menanam kembali atau menyulam tanaman padi yang rusak diserang hama tikus. "Tikusnya ngegigitin batang padi, jadi pada mati. Jadi kan buat kerjaan dua kali, ini yang ngebuat kami rugi," kata Kisworo kepada lampost.co, Minggu (13/1/2019).

Menurutnya, hewan pengerat itu mayoritas menyerang tanaman padi yang berada di bagian pinggir sawah. Terlebih lagi, padi yang berada tepat berbatasan dengan perkebunan sawit.

"Di dekat punya saya itu ada sekitar 5 hektare. Kebanyakan hama tikus menyerang padi yang di pinggir, dekat dengan kebun sawit. Tikusnya keluar dari kebun sawit karena di dekat sawah kami itu ada kebun sawitnya juga," ujar dia.

Sejauh ini, lanjutnya, petani secara bergotong royong membasmi hama tikus dengan peralatan seadanya. Dia khawatir jika hama tikus tidak dibasmi akan terus menyerang dan membuat petani gagal panen. "Kami gotong royong beli kompor tikus untuk membasmi hama ini. Kalau dikatakan efektif sih enggak. Tapi hanya mengurangi saja," ujarnya.

Kepala Kampung Dutayosomulyo, Kecamatan Rawapitu, Larto menuturkan terdapat sekitar 1.200 hektare lahan sawah di wilayahnya. Namun, baru sekitar 50% lahan yang sudah ditanami warga dan kini mulai diserang hama keong. "Kalau hama tikus belum ada di sini, tapi kalau keong ada karena baru ditanam. Umur padinya juga bervariasi karena menanamnya enggak bareng," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR