TAMAN Araceae di Kota Liwa, Lampung Barat, tidak kalah menarik dengan sejumlah tempat rekreasi lainnya bagi masyarakat di Liwa.

Masyarakat yang mulai bosan dengan suasana hiruk keramaian di kawasan Taman Kota Hamtebiu dan kawasan KRL, kini menjadikan Taman Araceae sebagai tempat favoritnya. Suasana di taman ini terasa lebih sejuk dan indah diisi aneka tanaman mulai tanaman hias, pohon, dan tanaman lainnya.



Bahkan, masyarakat yang merasa penasaran dengan jenis tanaman bunga sakura bisa datang ke lokasi ini. Karena bunga sakura asal Jepang ini di Indonesia hanya ada di Kebun Raya Bogor, yang kemudian dikembangkan di Taman Araceae Liwa ini.

Ari Bugeprabowo, pengurus Taman Araceae Liwa, mengatakan lokasi Taman Araceae ini awalnya merupakan pusat pembibitan untuk keperluan KRL. Namun, belakangan juga dikembangkan menjadi taman yang juga bisa dikunjungi masyarakat. Taman Araceae merupakan taman yang di dalamnya terdiri tanaman jenis talas-talasan yang didatangkan dari Kebun Raya Bogor. Lokasinya berada tepat di pintu masuk.

"Ada juga taman wangi yang di dalamnya terdiri dari tanaman aneka bunga wewangian. Taman wangi merupakan taman indukan tanaman hias," kata Ari, beberapa waktu lalu.

Lalu, ada juga taman sakura yang di dalamnya selain tanaman hias, juga terdapat tiga batang bunga sakura. Lalu, ada juga taman pembibitan aneka jenis anggrek, dengan di dalamnya terdiri 300-an jenis anggrek hasil dari pengembangan yang didapat dari Kebun Raya Bogor dan dari kawasan hutan.

Swafoto

Lokasi taman kini sudah menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat Liwa untuk jalan-jalan sore hingga berswafoto. Warga yang datang ke sini biasanya karena suasananya lebih sejuk dan jauh dari ingar bingar kendaraan bermotor.

Selain aneka tanaman hias, juga ada tanaman strongilodon (kuku macan), mengkuna, alamanda, eksora (asoka), dan aneka sirih-sirihan. Tanaman hias dan aneka tanaman lainnya, selain didatangkan dari Kebun Raya Bogor, juga merupakan hasil pengembangan yang diambil dari kawasan. (M1) eliyah@lampungpost.co.id

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR