GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Buron selama lima tahun, tersangka pelaku begal As (32) warga Kampung Terbanggibesar menyerahkan diri ke aparat kepolisian. 
Tersangka takut ditembak mati lantaran selalu diburu tim tekab 308 Polres Lamteng dan Polsek Terbanghibesar. Ditambah lagi rekannya beraksi Her (30) sudah tewas diterjang peluru petugas lantaran melawan saat hendak dibekuk. Rekan lainnya Ray (30) diamankan Polres Lamteng dan masih proses penyelidikan. 
Tersangka As merasa tak tenang dan ingin menebus kesalahan akhirnya memutuskan menyerahkan diri. Dibantu tokoh masyarakat Musa Ahmad penyerahan tersangka kepada Polsek Terbanggibesar berjalan lancar. Tersangka As didampingi ibu dan istrinya diserahkan ke aparat kepolisian diterima langsung oleh Kapolsek Terbanggibesar Kompol Donny Hendri Dunand dan Panit Intelkam Aiptu Faisol. 
Petugas langsung membawa tersangka ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek Terbanggibesar Kompol Donni Hendrydunand mengatakan, tersangka sejak 2013 sudah menjadi buruan kami lantaran aksi pencurian dan kekerasan bersama komplotannya. 
"Catatan kami dia tujuh kali beraksi dan rekannya ada yang tewas dan tertangkap poleh jajaran Polres," jelas dia. 
"Para pelaku begal menjadi target utama kami dan saya imbau masyarakat tetap waspada saat bepergian. Rekan tersangka yang belum tertangkap sudah masuk DPO," tambah dia. 
Berdasarkan catatan Polsek Terbanggibesar, tersangka As tujuh kali beraksi di wilayah hukum diantaranya, membegal R Liston di jalintim merampas uang Rp950 ribu, sandal pakalolo dan ponsel Nokia pada 6 Februari 2013.  Merampas uang Rp5 juta  milik Supranatural Iswanto berikut sim A, KTP dan senjata air soft gun di jalintim pada 29 Mei 2013,  Lalu esoknya merampas uang Rp1 juta, tiga unit ponsel milik Aris di jalintim pada 31 Mei.
Pada 6 Juni 2013 beraksi di simpang tiga Kampung Terbanggibesar merampas dua ponsel dan uang Rp4 juta milik korban yang sampai saat ini belum melapor. Pada 14 Juli 2013 merampas uang Rp3,2 juta, dua ponsel, STNK dan pakaian milik Suwardi di jalan dalam Kampung Terbanggibesar.  Lalu membegal Mat Rohadi warga dan mengambil motor Honda beat dan ponsel merk mitto pada 22 November 2013 di areal terminal Bettansubing. Pada 14 Agustus 2014 dikampung Terbanggibesar membegal sepeda motor Yamaha Vega ZR BE 7281 LI milik Toyipur. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR