SUKADANA (Lampost.co) -- Para petani di Desa Sumbergede, Kecamatan Sekampung terpaksa panen padi lebih dini. Hal itu dilakukan karena ganasnya serangan hama tikus dan jamur atau cendawan pyricularia oryzae (P. grisea) yang mengakibatkan tanaman padi patah leher.

Salah seorang petan di Desa Sumber Gede, Kecamatan Sekampung, Mulyono, kepada Lampost.co, Minggu (12/8/2018) menjelaskan serangan hama terhadap tanaman padi di wilayah Kecamatan Sekampung termasuk di Desa Sumbergede, memang sangat fatal.



Hama yang datang menyerang tanaman padi itu silih berganti, setelah hama tikus, muncul sundep, setelah itu muncul lagi jamur atau cendawan yang menyebabkan tanaman padi mengalami patah leher.

Akibat serangan hama yang siluh berganti itu kata dia, tidak sedikit tanaman padi yang mengalami kerusakan mulai dari sedang, hingga berat. Bahkan tidak sedikit pula yang mengalami puso dan tidak bis dipanen lagi.

Sementara untuk tanaman padi yang masih tersisa dari serangan hama, disana-sini memang juga mengalami kerusakan. Namun meski mengalami kerusakan, masih ada yang bisa diambil atau dipanen padinya oleh para petani.

Hanya saja para petani terpaksa memanen padi yang tersisa itu lebih awal atau lebih dini. Karena semestinya panen padi tersebut idealnya baru mulai dilakukan pekan depan. Namun terpaksa dilakukan sekarang karena khawatir tanaman padi yang masih tersisa itu habis lagi diserang hama.

Memang diakui oleh Muyono, panen dini yang dilakukan oleh petani tersebut tidak akan menghasilkan kualitas gabah yang maksimal. Sebab disamping belum waktunya untuk dipanen, kepadatan bulir-bulir padi juga belum begitu maksimal.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR