MENGGALA (Lampost.co)--Kesuksesan itu butuh perjuangan. Berbagai rintangan dan kesulitan dalam membangun usaha menjadi salah satu rintangan menuju keberhasilan.
Jatuh bangun dalam merintis usaha menjadi makanan sehari-hari dikala itu, dari laki-laki yang kini tengah merasakan nikmatnya meraih keberhasilan.
Pergi merantau meninggalkan kota kelahirannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, menjadi impiannya. Namun, untuk mencapai sebuah kesuksesan itu, tidak mudah diraihnya dengan begitu saja.
Edi Wahyono laki-laki berusia 48 tahun, kini merasakan buah manis perjuangan dari pahitnya kehidupan dikala itu. Pergi meninggalkan Kota Metro, Lampung merantau ke Kabupaten Mesuji sejak tahun 1984.
Bersama sang istri Harwati wanita asal Kabupaten Pesawaran kini tengah merasakan bahagia menikmati buah manis perjuangan mereka dahulu. 
Berawal sebagi penjaja jasa bengkel keliling dibantu sang istri, kini keduanya telah berhasil membangun beberapa tempat usaha yang menjadi sumber penghidupan bagi warga lainnya.
"Dulu saya ini kerjanya ngebengkel keliling, nunggu panggilan orang dibantu istri keliling naik sepeda. Kerjaan istri saya itu tukang gulungin kabel dinamo. Sekali dandan itu upahnya dulu Rp20 ribu. Sehari masih lah dapat 5 sampai 7 orang pelanggan," kata dia, ditemui di Dealer Auto 2000 Cabang Tulangbawang, Kamis (26/7/2018).Dari sebagian hasil ngebengkel itu ditabung untuk membeli lahan perkebunan. "Dari hasil itu, sebagian kami tabung untuk beli kebun atau tanah," ujarnya warga Desa Jayasakti, Kecamatan Simpangpematang,  Mesuji itu.
Meskipun bukan lulusan dari sekolah otomotif, dirinya mampu memiliki kemampuan dalam memperbaiki mesin. Ilmu itu dia dapat belajar secara otodidak, melihat bengkel milik keluarga.
"Saya ini SD aja enggak tamat. Karena dulunya kakak saya ngebengkel jadi makanya bisa. Memang mungkin karena sudah jadi bidang atau keahlian saya lah," ujarnya.
Ditemui usai penyerahan secara simbolis kunci mobil mewah yang berhasil dibelinya. Edi mengaku pertama kali ingin memiliki kendaraan roda empat senilai miliaran rupiah itu berawal melihat mobil mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok dan pesulap Uya Kuya. "Saya terinspirasi, karena dulu lihat mobil punya Pak Ahok dan Uya Kuya," kata Edi.
Selain membeli Toyota Land Cruiser senilai Rp2,3 miliar, Edi juga membeli satu unit Toyota Limo senilai Rp246 juta. 
Dia mengaku kini dirinya telah memiliki toko, bengkel, dan beberapa bidang kebun karet. Menurutnya untuk mencapai sebuah kesuksesan, harus memiliki beberapa kunci, yakni jujur, disiplin, dan juga gigih dalam bekerja."Jadi itu kuncinya kalau mau sukses," kata Edi, didampingi sang istri. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR