BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Setiadi (31) warga Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, harus mengakhiri pelariannya di balik jeruji besi, lantaran dibekuk tim khusus anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung.

Pria lajang ini, sebelum dibekuk merupakan daftar pencarian orang (DPO) atas kasus pencurian truk bermuatan pupuk, di Gudang Samson, jalan Ir Sutami, pada November 2013 lalu. Usai menjual pupuk subsidi hasil curiannya seberat 5 ton, dan truk ke Tangerang, pelaku melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara.



Setiadi mengaku selama pelariannya, ia menjadi supir truk CPO selama tiga tahun di Medan, dan sebelumnya pelaku bersembunyi di Cirebon. Karena tak kerasan, ia pun nekat pulang ke kampung halaman.

"Saya enggak betah, gajinya juga kurang, jadi saya balik ke Lampung," ujar Setiadi di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (10/4/2018).

Ia pun pulang, ke rumah pada Maret. Karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan, Setiadi nekat menjadi pelaku curanmoranmor. Dalam sebulan ini setidaknya, ia menggasak 3 unit sepeda motor di sekitar jalan Soekarno Hatta, dan daerah Sukabumi. Ia pun secara otodidak membuat kunci leter-t, yang digunakan ketika beraksi.

"Motornya saya jual ke Sukabumi, sekitar Rp3 juta," katanya.

Sementara Kapolreta Bandar Lampung Kombespol Harto Agung Cahyono mengatakan, pelaku dibekuk pada Minggu (8/4/2018) di sekitar Jalan Ir Sutami. Karena hendak kabur saat diamankan, timah panas pun bersarang di kaki kanannya.

"Jadi kami ambik tindakan tegas, terukur dan terarah (tembak). Dia ini juga DPO, maling pupuk sama truk pengangkutnya," ujarnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR