KALIANDA (Lampost.co)--Sejumlah masyarakat Desa Cugung, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluh pembangunan jalan yang dinilai tidak transparan. Pasalnya, pembangunan jalan sepanjang 250 meter tersebut tidak memiliki papan plang informasi.
Menurut keterangan salah satu warga setempat yang namanya enggan disebutkan, pembangunan jalan yang berada di Dusun Satu Desa Cugung itu dinilai tidak ada jelas. Bahkan, material yang digunakan mengambil dari lahan warga sekitar. 
"Ya kami tidak tau pembangunan itu biayanya dari mana, ngehabisin biaya berapa, karena tidak ada papan plang informasi pun tidak ada. Sementara material seperti tanah timbun mengambil dari tanah warga," kata dia, Kamis (12/7/2018).
Kepala Dusun Satu, Abrohim mengatakan pembangunan jalan sepanjang 250 meter yang terletak di dusun setempat itu menggunakan Dana Desa (DD). Sedangkan, lahan tanah untuk timbunan itu sudah dihibahkan warga. Kemudian, papan plang informasi nama sudah di buat,  namun belum terpasang. 
"Ini pembukaan jalan baru, sesuai dengan kesepakatan warga lahan sudah di hibahkan, kalau masalah papan nama kami sudah buat cuman belum terpasang," ujarnya.
Kepala Desa Cugung, Ali Muhaimin saat dikonfirmasi mengatakan dirinya membuka jalan berdasarkan kesepakatan bersama warga. Sebab, jalan desa tersebut sangat dibutuhkan warga setempat untuk beraktivitas sehari-hari. 
"Sebelum melaksanakan pembangunan jalan kami sudah musyawarah bersama warga. Semua sudah sepakat untuk menghibahkan termasuk tanah timbun yang di gunakan untuk menimbun jalan tersebut, kalau papan nama saya akan segera pasang," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR