BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Joni Putra (25) dan Buhari (34) warga Kecamatan Abung Pekurun, Kota Bumi, Lampung Utara, harus menyudahi aksinya memetik sepeda motor, usai dibekuk Unit Ranmor Polresta Bandar Lampung, di Jalan Lintas Sumatera, Natar, Lampung Selatan.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Komisaris Harto Agung Cahyo mengatakan keduanya kabur menuju Kota Bumi usai beraksi di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras. Unit Ranmor dan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 mengetahui peristiwa tersebut, dan mengejar pelaku sampai di areal sawit Natar. Ketika dihadang, pelaku membuang kunci leter T dan menabrakan sepeda motor jenis Hoda Beat tanpa plat nomor ke anggota Polresta Bandar Lampung yang berusaha menghentikan pelaku, Senin (20/11) sekitar pukul 20.00 WIB.



"Kita dapat laporan, terus unit ranmor hunting dan kita kejar sampe ke sawitan natar, terus pas dihadang dia nekat nerabas numbur anggota," ujarnya kepada awak media di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (21/11/2017).

Kemudian, petugas kembali mengejar mereka dan terpaksa melumpuhkan Joni dengan timah panas karena melawan.

"Jadi kita tembak satu rekannya karena melawan," kata mantan Kapolsek Tanjung Karang Barat (TKB) itu.

Dihadapan polisi, kedua pelaku mengaku sudah 10 kali beraksi di Wilayah Bandar Lampung selama tiga bulan terakhir, empat kali di sekitar Garuntang, dan enam kali di sekitar Panjang. Dalam beraksi Joni bertugas sebagai eksekutor, sedangkan Buhari memantau kondisi sekitar.

Joni mengaku motor hasil curiannya dijual ke penadah di Lampung Timur, dengan harga Rp2-3 juta. Ia belajar mencungkil motor korban dengan kunci Leter T, dari rekannya yang juga asal Kotabumi.

"Uangnya untuk jajan-jajan aja bang," katanya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR