KALIANDA (Lampost.co)-- Stasiun Meteorologi Maritim (SMM) Lampung melalui Kantor Syahbandar dan otoritas Penyeberangan (KSOP) kelas V Bakauheni mengingatkan pelaku pelayaran mewaspadai potensi ancaman gelombang tinggi dengan kecepatan angin mencapai 25 knot per jam di perairan selat sunda bagian utara dan selatan pada Jumat (25/1/2019) pukul 19.00 WIB sampai Sabtu (26/1/2019) pukul 07.00 WIB. 
 
Kepala KSOP kelas V Bakauheni Iwan Syahrial peringatan cuaca buruk yang dikirim melalui faximile oleh SMM Lampung Jumat (25/1/2019) itu menyebutkan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Selat Sunda Bagian Utara yang menjadi rute kapal feri lintas pelabuhan Bakauheni-Merak. 
 
Sedangkan tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Selat Sunda Bagian Selatan. “Peringatan dini dampak dari siklon tropis ini bisa benar-benar terjadi, tapi bisa juga tidak. Untuk itu, kami minta pelaku peayaran, baik itu nelayan ataupun kapal penumpang untuk mewaspadai ancaman cuaca buruk tersebut,” ujar Iwan. 
 
Sementara Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni Saifulalil Maslul Harahap menyatakan operasional kapal motor penumpang di Pelabuhan Bakauheni sampai saat ini berjalan normal. 
 
"Hingga Jumat (25/1) sore ini, layanan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni berjalan normal. Terkait kondisi perairan, pihak ASDP terus berkordinasi dengan Syahbandar, BMKG dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk memastikan kondisi cuaca,” kata Saiful. 
 
Saat ini, ASDP cabang Bakauheni mengoperasikan 25 kapal feri dengan 6 dermaga sandar untuk melayani pengguna jasa. “Kami tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar tetap waspada selama dalam perjalanan terkait kondisi cuaca ekstrim. Kami juga mwnyarankan agar pengguna jasa menyeberang pada siang hari,” ujar Saiful. 
 
 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR