JAKARTA (Lampost.co)--PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) selaku anak perusahaan Suzuki Motor Corporation di Indonesia resmi meluncurkan produk terbarunya di segmen multi purpose vehicle (LMPV) yakni Suzuki All New Ertiga di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di Jakarta, Kamis (19/4/2018).
"All New Ertiga jadi model MPV yang akan memenuhi kebutuhan konsumen. Total sales sejak hadir 2012 lalu sampai 2017 adalah 243.000 unit. Model ini akan kita ekspor juga ke 70 negara dan dibuat dari pabrik di India dan Indonesia," ujar Managing Officer Global Automobile Marketing Suzuki Motor Corporation Shuji Oishi di ajang IIMS 2018, Kamis (19/4/2018).
Ertiga generasi terbaru ini dibekali mesin baru berkode K15B 1.5L (1.462cc) empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga 104,7PS @ 6.000 rpm, dan torsi maksimum 138 Nm @4.400 rpm. Dengan pilihan transmisi manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan CVT.
Pada sisi interior, Ertiga mengusung fitur start/stop engine untuk menyalakan dan mematikan mesin. Selain itu, Ertiga baru ini juga menyematkan head unit layar sentuh, yang bisa terkoneksi dengan ponsel pintar.
Sementara pada sisi hiburan, mobil pesaing Mitsubishi Xpander ini hadir dengan empat speaker, diantaranya dua diletakkan di sisi depan kanan-kiri dan sepasang lagi ditempatkan di bagian belakang.
Pada lingkar kemudi, Ertiga baru ini telah membenamkan fitur tilt steering, serta pengaturan tinggi rendah pada kursi pengemudi. Selain itu ada Heartect, dan juga tersedia fitur Electric Stability Programme, Anti-lock Braking System, Elecxtronic Brake-Force Distribution, dan Isofix. Pada bagian depan juga tersedia dua SRS Airbag (kantung udara).
Kendati telah resmi meluncurkan, pihak PT Suzuki Indomobil Sales belum mau mengungkapkan harga model terbarunya ini. "Ini strategi dalam peluncuran kami. Jadi mohon maaf kami akan umumkan di kemudian hari. Tapi bagi konsumen yang tertarik sudah dapat melakukan booking," ucap 4W Marketing Director PT SIS, Donny Saputra. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR