JAKARTA (Lampost.co) -- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua, yang memiliki dan telah menjalankan kampanye pemasaran #kerenmasakini selama beberapa bulan terakhir untuk produk sepeda motor Suzuki Nex II, berhasil meraih penghargaan pada Indonesia Content Marketing Award (ICMA) 2019 yang diselenggarakan oleh Grid Story Factory dan Grid Voice.

Suzuki menempati posisi ke-3 di kategori The Best Influencer Marketing implementation in Private Sector. Bahkan, Suzuki menjadi satu-satunya perusahaan agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tersebut.



Sales & Marketing 2W Department Head SIS Yohan Yahya, mengatakan perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Suzuki dalam cara mengkomunikasikan produk, konten dan brand value ke masyarakat salah satunya melalui tagar #kerenmasakini mendapatkan pengakuan bergengsi di tahun 2019 ini.

"Hal tersebut merupakan pencapaian keberhasilan yang membanggakan atas kerja keras tim Marketing dalam membaca tren yang sedang berkembang serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Terima kasih bagi seluruh masyarakat Indonesia yang telah ikut serta meramaikan dan mengekpresikan dirinya bersama Suzuki #kerenmasakini," ujarnya di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Melalui kampanye bertagar '#kerenmasakini' yang disematkan pada strategi pemasaran dan komunikasi produk Suzuki Nex II, implementasi yang dilakukan Suzuki dinilai berhasil mendapat respon aktif dari masyarakat dan memberikan pengaruh positif selama periode setahun terakhir ke belakang.

Kampanye tersebut tidak hanya menjadi saluran promosi satu arah dalam menginformasikan keunggulan produk, namun juga mengajak masyarakat khususnya generasi milenial untuk saling mengekspresikan diri dengan menunjukan #kerenmasakini versi mereka sendiri. Di mana Suzuki gencar melakukannya di media sosial dan saluran dunia digital lainnya.

ICMA 2019 merupakan ajang penghargaan dan apresiasi tahunan terhadap konten serta implementasi kampanye pemasaran lintas sektoral dan industri bisnis di Indonesia tersebut telah menilai ratusan Perusahaan Swasta, BUMN dan Institusi Kementerian.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR