MENGGALA (Lampost.co) -- Pagi itu, Selasa (17/10/2017). Di tengah keramaian dan kesibukan para pedagang di pasar modern Unit II, Banjaragung, tampak dari kejauhan, lelaki bertubuh gempal dan bertopi sibuk mengepak dan menyiapkan daganganya.
Dari boks kontainer di kendaraan roda duanya. Ia mengemas dagangannya ke beberapa plastik berukuran sedang. Perlahan, ia mulai menyusuri lorong demi lorong pasar menghampiri para pedagang tempat ia menitipkan dagangannya.
Dialah Puryoto, penjual dan sekaligus pemilik industri rumahan susu kedelai di Jalan Ethanol, Kampung Tunggal, RT4/RK6, Kecamatan Banjaragung. Puryoto menjual dagangannya dengan menitipkan ke pedagang di kawasan Pasar Unit II.
Kala itu cerita Puryoto, ia hanya seorang pegawai di sebuah perusahaan minuman ringan. Dengan tekad yang kuat untuk mengubah keadaan perekonomian keluarga, ia memberanikan diri untuk keluar dan membuka usaha kecil-kecilan. Kini jalan berwirausahanya itu telah satu dekade ia tempuh.
"Alhamdulillah sudah sepuluh tahun, saya menekuni usaha ini, Mas. Berawal dari produksi puluhan bungkus saja," ujar Puryoto, Selasa (17/10/2017).
Ia mengungkapkan jatuh bangun menjalankan usaha biasa. Namun, hal terpenting bagaimana konsisten dengan usaha yang dijalani. Berkat kerja keras dan keuletannya menjalankan bisnis, serta keberanian dalam menciptakan inovasi membuatnya bertahan selama bertahun-tahun, diketatnya persaingan.
Saat ini usahanya mampu memproduksi ribuan saset susu kedelai berbagai rasa, yang ia jual Rp1.000 per bungkusnya. "Ada empat varian rasa, yakni cokelat, melon, stroberi, dan original. Sehari saya bisa meraup hasil sekitar Rp1,2 juta dari jualan ini," kata dia.
Ia menuturkan pamor minuman dari bahan kacang kedelai yang biasa disebut susu kedelai belakangan makin naik daun. Terlebih lagi minuman tersebut sangat cocok dikonsumsi bagi semua kalangan.
Untuk menciptakan susu kedelai sehat, ia menggunakan bahan yang aman tanpa pengawet, pemanis, dan pewarna. Kemudian memilih bahan terbaik agar rasa dan aroma ketika diminum tidak menyengat. "Ini minuman kesehatan. Yang kami buat dengan cara sehat untuk diminum semua orang."
Ia mengungkap untuk membantunya menjalankan produksi susu kedelai harus dibantu beberapa karyawan. “Alhamdulillah sekarang saya mampu memperkerjakan empat karyawan, Mas. Paling tidak sudah mampu membuka lapangan kerja kecil-kecilan," ujarnya. 

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR