Jakarta (Lampost.co) -- Lembaga survei Poltracking Indonesia menempatkan Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden 2019 paling populer. Lawan terberat Jokowi terkait kepopuleran hanya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan, Jokowi mendapatkan 95 persen suara terkait popularitas. Sementara, Prabowo di posisi kedua dengan 86 persen, atau selisih 9 persen. 

"Secara popularitas, Jokowi adalah kandidat terpopuler pada saat wawancara bila dibandingkan dengan kandidat lainnya," kata Hanta dalam Temuan Survei Nasional Poltrackin Indonesia bertajuk Peta Elektoral Kandidat & Prediksi Skenario Koalisi Pilpres 2019 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Februari 2018. 

Sementara itu, posisi ketiga ditempati Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan 85 persen, disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (70 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (65 persen). Dengan pelaksanaan Pilpres yang masih 15 bulan lagi, menurut Hanta, potensi untuk meningkatkan popularitas masih terbuka.

Soal tingkat elektabilitas, Jokowi juga masih mengungguli Prabowo dan rival lainnya. Bahkan, dalam konteks ini, keunggulan Jokowi jauh dari mantan rivalnya di Pilpres 2014 itu. 

Dari hasil survei Poltracking, Jokowi mengantongi 51,1 persen. Sedangkan, Prabowo hanya memperoleh 26,1 persen. 

Di posisi ketiga terdapa nama Agus Harimurti dengan perolehan 1,5 persen, kemudian di posisi keempat ada mantan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan Wapres Jusuf Kalla yang sama-sama mengantongi 1,3 persen. Di posisi kelima ada nama Anies Baswedan dengan perolehan 1,2 persen. 

"Survei ini menunjukkan, praktis hanya ada dua figur dengan angka keterpilihan (elektabilitas) dua digit, yaitu Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto," tegasnya.

Survei dilakukan mulai 27 Januari hingga 3 Februari 2018. Jumlah responden mencapai 1.200 dengan metode pengumpulan data secara acak dengan margin of error 2,8 persen.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR