LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 7 December
4500
Kategori Lampung
Penulis Deni Zulniyadi
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Supermarket Bandel Terancam Ditutup
Produk penyedap rasa yang izinnya telah habis, ditarik BPOM Lampung di swalayan di Bandar Lampung, Kamis (7/12/2017). (Foto:Lampost/Deni Zulniyadi)

Supermarket Bandel Terancam Ditutup

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hasil inspeksi mendadak yang dilakukan  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandar Lampung, Kamis (7/12/2017), masih ditemukan pelanggaran berulang tiap tahunnya yang dilakukan pihak supermarket di Bandar Lampung.
Di salah satu supermarket di Jalan Kartini (Hypermart), petugas menemukan daging sayap ayam olahan yang dijual namun tidak memiliki izin.
Temuan jenis ini sudah dua kali, tahun lalu petugas juga menemukan kasus serupa. Saat itu telah diberi sanksi teguran dan diminta untuk menandatangani surat pernyataan. Namun nyatanya tahun ini ditemukan lagi.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandar Lampung Syamsuliani mengancam akan merekomendasikan ke pemerintah daerah agar supermarket yang membandel dicabut izinnya sehingga tidak bisa lagi beroperasi.
"Kita akan panggil pemiliknya. Tahun kemarin ada seperti ini, ini ada masa tiap tahun. Sebelumnya pernyataan ditandatangan supervisor, tiap tahun supervisor ganti, jadi pemiliknya aja kita panggi. Salah satu sanksi kita beri peringatan, pembinaan, sampai peringatan keras kita rekomendasikan ke pemda supaya izinnya dicabut," kata Syamsuliani di sela-sela sidak.
Balai BPOM Bandar Lampung bersama Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung serta Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung melakukan inspeksi mendadak di Bandar Lampung ini dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018.
Salah satu supermarket yang diperiksa adalah Hypermart di Jalan Kartini, Bandar Lampung. Dari tempat itu petugas menemukan beberapa makanan yang bermasalah. Mulai dari tidak memiliki izin edar sampai makanan tidak laik konsumsi ditemukan ditempat itu.
Petugas menemukan 83 KG penyedap rasa (micin) yang izin edarnya sudah habis tapi masih dipasarkan. 83 bungkus micin tersebut diminta agar tidak dijual lagi dan dikembalikan kepada distributornya.
Petugas juga menemukan makanan olahan sayap ayam yang tidak memiliki izin edar. Makanan asal Jakarta sebanyak 20 KG langsung dimusnahkan dengan cara direndam menggunakan air dan campuran cairan pembersih lantai.
Tim sidak tersebut terdiri dari tiga tim yang menyebar melakukan pemeriksaan ke seluruh supermarket maupun minimarket di Telukbetung, Tanjungkarang, Antasari, dan Kemiling.
"Menghadapi natal dan tahun baru permintaan konsumsi sangat tinggi. Intinya kita menginginkan makanan yang beredar saat ini, aman dari produk yang tidak terdaftar izin edar, rusak, dan kadaluarsa," kata Syamsuliani.
Selain supermarket, pihaknya juga melakukan inspeksi mendadak ke 13 distributor di Bandar Lampung dan hasilnya masih ditemukan produk tidak terdaftar maupun rusak. "Seperti makanan permen, dan makanan anak anak. Selain di kota, nanti kita juga ke kabupaten kota lainnya," kata dia.
Masih disupermarket yang sama, ditemukan penjualan obat obatan bebas terbatas yang tidak memiliki izin edar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli, apapun obat yang jual harus memiliki izin toko obat. "Untuk sementara akan kami tutup dulu, sampai ada izin toko obat, di tempat lain sudah mengajukan izin. Yang dijual disini obat obat bebas terbatas, obat batuk, obat demam," kata dia.
Supervisor Hypermart, Juliansyah, menjelaskan untuk setiap produk yang dijual di tempatnya, memiliki sertifikat. Namun untuk produk sayap ayam olahan yang berasal dari Jakarta tersebut, pihaknya belum mendapat sertifikatnya.
"Setiap supplier ada sertifikatnya, dan yang ini (sayap ayam olahan) belum ada sertifikatnya, kami print tidak bisa, kalau untuk produk sejenis lainnya ada sertifikatnya," kata dia sambil menunjukkan sertifikat produk lainnya.
Untuk penyedap rasa (micin), dia mengaku tidak mengetahui jika izin BPOM nya telah habis. Untuk itu pihaknya akan mengembalikan ke suppliernya. "Dari supplier ada izin terbarunya. Mungkin yang ini belum abis di pasaran," kata dia. 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv