LAGU berjudul Tampak Luar membuka panggung hiburan yang diadakan di Tugu Juang, Bandar Lampung, belum lama ini. Lagu milik band indie asal Lampung, Sunsetkilla, itu, berhasil memikat perhatian penonton.

Ratusan penonton yang hadir pada malam itu diajak bernostalgia dengan musik psychedelic rock era 1970—1980an. Grup band yang terbentuk pada 2013 tersebut digawangi oleh Aska (gitar), Krisna (gitar dan vokal), Davin (bas), serta Abdi (drum).



Selain menembangkan Tampak Luar, Sunsetkilla juga menyenandungkan lagu-lagu dengan rasa genre yang sama, seperti Kotor, Jalan Besi, Manusia, Mati Lampu, dan Modera.

Vokalis grup band Sunsetkilla, Antonius Rias Krisna Putra, mengaku musik Sunsetkilla bisa dinikmati oleh para penikmat musik klasik. Dia mengakui membawakan lagu bergenre psychedelic rock bukanlah perkara mudah. Selain jarang dinyanyikan, lagu-lagu tersebut bagi sebagian orang terkesan berat.

Grup band Sunsetkilla mencoba hadir menghidupkan pencinta psycodelic di Lampung. Sekaligus mengajak anak-anak muda bisa kembali menikmati lagu-lagu zaman dahulu.

"Genre musik yang kami coba bawakan memang sedikit lebih berat, tetapi di sinilah tantangan kami untuk mengenalkan genre musik tersebut kepada masyarakat di Lampung," kata Krisna.

Jika diperhatikan lebih dalam, hampir seluruh lagu yang dibawakan Sunsetkilla mengusung satu tema, yakni tentang manusia dengan sifat, watak, dan karakternya. Seperti lagu Kotor, Menipu, Jalan Besi, hingga Mati Lampu.

"Lagu Mati Lampu muncul karena sering terjadi pemadaman lampu. Kondisi sosial yang memang ada di masyarakat kita," ujar Krisna.

 

Jalan Besi

Pada lagu Jalan Besi, Sunsetkilla bercerita tentang orang yang memiliki watak tidak sabar. Kemudian, Modera berkisah tentang kebiasaan manusia yang ketergantungan dengan gawai.

"Kami ingin membuat sebuah album, yang di dalamnya bercerita soal satu tema," ujar dia.

Krisna menyebut Sunsetkilla menargetkan segera menyelesaikan album pertama mereka di awal 2019. Sebelumnya, grup band tersebut juga telah lebih dahulu sukses dengan mini album yang telah dirilis di 2017.

Grup band Sunsetkilla juga telah melakukan promosi tur mini album tersebut ke berbagai daerah di Indonesia, seperti ke Jambi, Banten, Semarang, Jakarta, dan Surabaya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR