JAKARTA (Lampost.co)--Sosok capres Joko Widodo yang dekat dan punya pemikiran yang sejalan dengan generasi milenial ternyata berdampak positif bagi perolehan suara pada Pilpres 2019 lalu. Berdasarkan data hasil hitung cepat di berbagai lembaga survey yang kredibel dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 8% di segmen pemilih pemula dan pemilih milenial yang berusia di bawah 30 tahun.

Hal tersebut dinyatakan Bahlil Lahadalia, Direktur Penggalangan Pemilih Pemula dan Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) dalam jumpa pers di Media Center TKN, Cemara, Selasa (7/5/2019). Menurutnya, meski Capres Jokowi didera terpaan berita bohong, hoaks, dan fitnah, namun kemurnian para generasi muda yang tetap jernih dalam menetapkan pilihan sesuai dengan suara hati membuat mereka tak goyah atas fitnah buruk yang ditujukan kepada Jokowi.



"Faktor utama lainnya mengapa generasi muda dan milenial tetap memilih Jokowi tak lain sosok Erick Thohir, sebagai Ketua TKN yang selalu menekankan pada optimisme, insipirasi, dan semangat untuk terus memajukan Indonesia. Erick selalu mengajak generasi muda untuk mengambil peran penting dalam pembangunan nasional melalui ekonomi kreatif, mendorong mereka menjadi start up, dan terus mengkampanyekan e-sports," jelas Bahlil.
Indonesia yang memiliki bonus demografi berupa generasi muda di usia 15-60 tahun yang mencapai 70% dari seluruh penduduk Indonesia merupakan modal untuk menuju Indonesia maju sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi nomor empat dunai di tahun 2045. 

"Tak hanya itu, program Jokowi melalui program KIP Kuliah dan Kartu Pra Kerja, serta kesiapan pemerintah untuk menyiapkan sarana serta prasarana bagi generasi muda untuk bersiap dalam menghadapi revolusi industri 4,0, menempatkan Jokowi sebagai pilihan paling ideal bagi generasi milenial," tambah Bahlil.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR