BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Masyarakat sekitar Bundaran Raja Basa Jalan lintas Sumatra tepatnya tidak jauh dari tugu perbatasan Bandar Lampung dengan Kecamatan Natar kembali mengeluh, lantaran terminal bayangan yang ada di lokasi itu tak kunjung menjadi perhatian pemerintah Provinsi Lampung dan aparat kepolisian daerah Lampung.
Kepada Lampost.co Suwadi Romli mengatakan, terminal bayangan yang berlokasi di Desa Haji Mena Kecamatan Natar Lampung Selatan, tak jauh dari Tugu Raden Intan harusnya dapat perhatian serius dari instansi terkait khususnya Direktorat Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung serta Direktorat Lalu lintas Polda lampung, karena kerap menimbulkan kemacetan panjang, terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi, siang, dan sore.
"Belum lagi kalau jam belajar sekolah sangat mengganggu proses belajar mengajar karena tepatnya di terminal bayangan tersebut ada Sekolah Dasar Negeri 1 Hajimena, padahal tidak jauh dari lokasi ada pos pantau polilisi lalu lintas Polres Lampung selatan namun terkesan tutup mata," kata dia.
Terminal bayangan ini juga memengaruhi minimnya penumpang yang naik dari terminal Rajabasa tipe A. Dengan berkurangnya minat masyarakat naik dan turun penumpang angkutan umum diterminal otomatis pendapatan asli daerah akan berkurang. "Hal-hal begini harus ada tindakan tegas, tidak elok tiap hari macet karena adanya terminal yang tidak resmi," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR