PERHELATAN Lampung Fair menjadi ajang tahunan yang selalu dinanti warga Lampung. Berbagai promosi produk sampai program pemerintah daerah dipajang untuk dikenalkan kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi agenda hiburan warga Lampung dengan berkunjung ke lokasi pameran bersama keluarga dan koleganya. Lampung Fair tidak gratis. Warga mesti menyiapkan sejumlah dana untuk tiket masuk maupun parkir kendaraan. 



Karena itulah, daya beli masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan acara ini. Masyarakat diharapkan dapat membeli jajan atau produk sepanjang pameran. Terlebih produk yang ditawarkan di Lampung Fair amat terjangkau bagi warga.

Produk usaha kecil dan menengah di Lampung Fair harus mendapat dukungan. Sebab, bila produk lokal tumbuh, kesejahteraan meningkat. Tidak hanya itu, ajang pameran juga menjadi momen pemerintah memberikan pelayanan istimewa kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan misalnya, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) akan membuka pelayanan izin mendirikan bangunan (IMB) gratis bagi masyarakat Lamsel pada acara Lampung Fair. 

Anjungan Pemkot Bandar Lampung juga memberikan 25 pelayanan sehingga lebih mempermudah masyarakat. Selama persyaratannya memenuhi, maka pelayanan bisa diselesaikan langsung. Pemkot Bandar Lampung membuka tempat swafoto bagi para pengunjung.

Anjungan 13 kabupaten/kota di Lampung berupaya memberikan koleksi terbaik bagi pengunjung. Tentunya jangan sampai warga kecewa. Warga luar Lampung dapat pula memanfaatkan momen ini, karena Lampung mini ada di Lampung Fair.

Fasilitas di PKOR Way Halim Bandar Lampung juga sudah mumpuni, apalagi sejak direnovasi. Warga sekitar PKOR Way Halim mendapat untung dari Lampung Fair karena halaman rumah biasanya menjadi kantong parkir motor atau mobil. 

Lampung Fair momen yang patut didukung. Meski demikian penyelenggara pameran tetap harus bekerja profesional. PT Jaris Jasmine Wijaya sebagai penyelenggara Lampung Fair 2019 mesti mengevaluasi jalannya Lampung Fair tahun lalu.

Apalagi, panitia berencana menaikkan tarif tiket dari Rp10 ribu pada 2018 menjadi Rp15 ribu pada 2019. Harga tiket yang ditetapkan memang masih terjangkau. Namun, kenaikan ini harus disertai peningkatan fasilitas yang didapat pengunjung.

Jangan sampai perubahan harga tiket menjadi bumerang. Apalagi tahun ini ditargetkan 500 ribu pengunjung bakal hadir di pesta rakyat itu. Target tersebut akan tercapai manakala perubahan harga tiket berbanding lurus dengan layanan yang diberikan.  

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR