SELEBRASI sujud syukur seusai mencetak gol biasa dilakukan beberapa pesepak bola asal Indonesia. Publik Tanah Air pasti ingat momen gelandang Tim Nasional Indonesia, Evan Dimas, yang kerap melakukan selebrasi sujud syukur jika sukses mencetak gol. Hal tersebut tentu mampu menciptakan kesan haru bagi para pencinta sepak bola yang menyaksikannya.

Sebagai seorang muslim, Evan memang tidak canggung untuk melakukan selebrasi sujud syukur. "Selebrasi sujud syukur itu waktu saya masih berlatih sama coach Indra Sjafri. Coach Indra bilang segalanya harus disyukuri. Sebab, dengan bersyukur, insya Allah kita bisa dapat kenikmatan lebih," kata Evan.



Selebrasi sujud syukur yang sudah populer itu semakin viral di seantero dunia karena seorang pemain sepak bola muslim asal Mesir bernama Mohamed Salah Ghaly (25). Sebenarnya, saya malas bercerita tentang pemain ini, karena dia bermain untuk klub Inggris Liverpool, bukan Manchester United.

Namun, harus diakui musim ini Salah bermain sangat fenomenal dengan torehan 43 gol dalam 47 pertandingan serta 13 umpannya. Sebanyak 30 gol di antaranya dihasilkan di Premier League yang membuat ia meraih gelar PFA Player of the Year 2017—2018.

Aksi pemain kelahiran Mesir, 15 Juni 1992, yang kerap bersimpuh ke tanah pertanda sujud syukur kepada Sang Khalik seusai mencetak gol, menjadi viral dan banyak diikuti orang yang sebelumnya tidak mengenal agama Islam.

Salah memang terlahir dari keluarga muslim yang taat. Magi, istri Salah, bahkan menamai anaknya Makka yang terinspirasi dari Mekkah, kota suci umat Islam. Kendati merumput di beberapa klub Eropa, tempat pemeluk Islam menjadi minoritas, Salah tak meninggalkan identitasnya sebagai muslim yang taat.

Ketika bermain untuk FC Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma, Salah tetap melakukan kewajiban salat di waktu luang. Karena prestasinya, belum lama ini ia juga mendapatkan tawaran sebidang tanah di Tanah Suci Mekah dari perwakilan Pemerintahan Kota Mekkah Fahd Al-Rowky, karena Salah dinilai menjadi wajah Islam dengan prestasinya musim ini.

Sebagai sesama muslim, saya mendukung Salah terus mencetak gol dan melakukan selebrasi sujud syukurnya (kecuali melawan MU). Salah juga saya dukung untuk meraih berbagai gelar individu, tapi tidak dengan gelar untuk klubnya Liverpool, karena Salah tak pernah salah. Hehehe...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR