KOTABUMI (Lampost.co) -- Pihak Kejaksaan Negeri Kotabumi, Lampung Utara terkesan tidak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi pada Dinas Pertanian setempat dalam pengerjaan sumur bor dengan angaran senilai miliaran rupiah mengunakan dana DAK tahun 2015.

Sementara dari pemantauan Lampost.co, sudah lebih dari 1 tahun kasus di Dinas Pertanian itu ditangani pihak Kejari Kotabumi, dengan waktu penanganan perkaranya bersamaan dengan kasus lainya yakni penggunaan angaran dana rutin di bagian umum Pemkab setempat yang kasusnya telah sidangkan tahun 2017 lalu.



Menangapi penanganan kasus dugan korupsi di Dinas Pertanian itu, Kasi Pidsus Kejari Kotabumi Ricky Ramadhan mewakili Kajari Lampung Utara Sunarwan kepada Lampost.co, Kamis (30/8/2018), mengatakan pihaknya kini masih menunggu hasil audit pihak BPK, namun tak kunjung ada jawaban dari pihak BPK. Maka pihaknya kini melalui pihak Badan Inspektorat untuk melakukan penghitungan kembali kerugian negara.

"Apabila nanti setelah dilakukan penghitungan kembali dan ada kerugian negara, maka kami dapat langsung menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Pertanian dalam pengerjaan sumur bor dana angaran DAK tahun 2015 lalu," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR