BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dosen FKIP Unila berinisial CE yang menjadi tersangka kasus dugaan asusila, hingga saat ini masih ditahan di Direktorat Tahti Polda Lampung sejak menjadi tersangka.

CE sendiri sementara dijerat dengan Pasal 290 Ayat (1) KUHP, yakni barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana paling lama 7 tahun penjara.



Selain itu CE juga diancam dengan Pasal 281 Ayat (2) KUHP yakni, barang siapa dengan sengaja dan di muka orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun penjara.

Kuasa Hukum CE pun sudah mencoba melakukan pengajuan penangguhan penahanan, pada Jumat (17/6/2018) yang lalu. Namun belum ada kabar terkait pengajuan penangguhan tersebut.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung ketika ditemui Lampost.co, mengatakan hingga saat ini belum menyetujui penangguhan tersebut. "Berkasnya sudah sama saya, tapi belum saya acc, sementara dia ditahan," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (23/8/2018).

Bobby tak menjelaskan secara rinci alasannya, dosen yang diduga berbuat asusila kepada mahasiswi bimbingannya, yakni DC. "Masih saya telaah, belum ada sama sekali di terima," katanya.

Sebelumnya, tersangka dugaan asusila CE yang juga dosen FKIP Unila telah mengajukan penangguhan penahanan. Pengajuan penangguhan tersebut dilakukan oleh kuasa hukum CE dari pihak BKBH Unila.

"Sudah kita ajukan Jumat yang lalu (17/8/2018)," ujar Ketua BKBH Unila Gunawan Jatmiko, Senin (20/8/2018).

Lima nama diajukan sebagai penjamin, agar dosen tersebut ditangguhkan penahanannya. Sayangnya Gunawan enggan memaparkan kelima nama tersebut. "Ada lima, termasuk saya," katanya.

Ia berharap, pengajuan tersebut bisa diterima. "Ya pak CE kooperatif saat diminta menejadi saksi, semoga dikabulkan sama aparat," katanya

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR