BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sejak Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSDAM) memiliki Unit Tranfusi Darah (UTD) stok darah di Unit Tranfusi darah Palang merah Indonesia (PMI) Lampung kian berlimpah.

Kepala UTD PMI Provinsi Lampung, Aditya M Biomed, mengatakan sejak awal Januari lalu stok darah di PMI Lampung jumlahnya berlimpah, dan mengalami penurunan permintaan cukup drastis. Yang semula permintaan darah rata-rata per hari berkisar 2.000 kantong, kini hanya 700 kantong per hari.
Akibat melimpahnya stok darah sebagian darah telah mengalami expired, sehingga harus dibuang, padahal, menurutnya, semua proses sampai menjadi darah menggunakan dana yang tidak sedikit.



"PMI menyiapkan tenaga  mengolah darah untuk memenuhi kebutuhan, akibat penurunan jumlah permintaan, dan melimpahnya stok darah , banyak darah yang expired," kata dia.
Padahal, kata dia, masa berlaku darah maksimal hanya satu bulan, sehingga jika lebih dari itu darah akan dimusnahkan.

Untuk mengatasi masalah tersebut saat ini PMI tengah memaksimalkan permintaan dari luar RSDAM. Begitu juga dengan pendonor, akan diprioritaskan untuk stok darah yang telah menipis.
"Jadi setiap hari kami cek, darah mana yang stoknya sedikit itu yang kami prioritaskan bagi pendonor. Darah apa yang kurang itu yang kita penuhi, percuma kalau stok banyak-banyak tapi tidak terpakai," ujarnya

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR