BANDAR LAMPUNG -- Blangko KTP-el di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung yang diterima awal April 2017 lalu sebanyak 10 ribu lembar saat ini kondisinya sudah hampir habis. Kepala Disdukcapil Bandar Lampung, A. Zainuddin mengatakan sebanyak 9.700 keping KTP-el telah tercetak dan didistribusikan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung. “Sekarang sudah hampir habis karena sudah kita cetak dan bagikan semua untuk yang sudah perekaman jauh hari. Karena hampir habis, sudah kami laporkan melalui Disdukcapil Provinsi,” kata Zainuddin di ruang kerjanya Senin (29/5/2017).
Pihaknya menargetkan tambahan blangko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dapat datang pada bulan Juli atau Agustus 2017 mendatang. Mengenai jumlah yang akan diterima pihaknya, mantan Kabag Humas Pemkot setempat ini menyerahkan kepada Kemendagri. ”Ya belum tahu nanti datang lagi berapa, kalau permintaan kami masih butuh 30 ribu lembar lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, terdapat keluhan dari warga Bandar Lampung, yang pada bulan Desember 2016 telah melakukan perekaman. Leni (25) mengatakan meskipun telah merekam sejak lama, hingga kini datanya tidak ada dan belum tercetak di KTP-el. Menanggapi hal tersebut, Zainuddin menegaskan perekaman mulai September 2016 ke bawah sampai bulan Mei 2017 dipastikan datanya belum dikeluarkan server pusat. “Syarat pencetakan kan datanya sudah print ready records (PRR). Jadi memang dari pusat datanya belum siap, tapi kalau dia mau mengganti KTP-el fungsinya bisa kita kasih surat keterangan (surket),” tegasnya.

Program 3 in 1
Zainuddin juga mengimbau orang tua untuk mengurus pembuatan kartu identitas anak (KIA) untuk anak anak usia 17 tahun ke bawah. Ia mengatakan pengurusan KIA bisa dilakukan dengan membawa fotokopi kartu keluarga (KK), dan foto untuk anak di atas umur 5 tahun.
“Kami berikan kemudahan three in one. Jadi pengurusan administrasi masuk KK, diberikan juga akta kelahiran dan KIA ini,” jelasnya.
Menurut dia, dengan program ini telah tercetak 39 ribu KIA untuk warga Kota Tapis Berseri. “KIA ini program pusat. Jadi, kami harap orang tua mengurus administrasi anak anak dengan memasukkan ke KK dan dapat akta kelahiran dan KIA,” pungkasnya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR