BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras terus mendorong dan menstranfer ilmu-ilmu kepada anak-anak muda se Provinsi Lampung untuk menciptakan "Green Economy" atau perekonomian hijau. Sehingga akan terciptanya ekonom yang unggul dan beretika dibidangnya.

Ketua STIE Gentiaras Lampung Fransis Lydia Sumiyati mengatakan, bahwa pihaknya menggelar seminar nasional "Green Economy". Rangkaian acaranya mulai 4 Desember 2018 dengan narasumber Menghon Downes dari Australia membahas mengenai Strategies for the Green Economy Opportunities and Challenges in Indonesia context. 



Kemudian hari ini, Kamis (6/12/2018), pihaknya menghadirkan Guru Besar Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKA Soegijaprana Semarang, Andreas Loko membahas mengenai "Green Economics, Green Business and Green Accounting".

"Kita menggelar seminar ekonomi dengan peserta mahasiswa, dosen dan umum. Hari ini kita membahas Green Economics, Green Business and Green Accounting," katanya di STIE Gentiaras Jalan Purnawirawan No.14 Gedung Meneng, Bandar Lampung. Lampung, Kamis (6/12/2018).

Ia juga mengatakan perkembangan jaman dengan semangar era industri 4.0 harus dijadikan tantangan oleh semua pihak. Khususnya generasi muda yang lebih peka menangkap perubahan jaman. Selain itu juga perlu dibekali ilmu ekonomi yang santun dan beretika yakni dengan "Green Economy".

"Mahasiswa harus mendapatkan ilmu pengetahuan baru, wawasan baru dan melihat peluang serta kesempata kedepan. Tantangan era digital juga harus dihadapi menyambut revolusi 4.0," katanya.

Ia juga mengatakan Provinsi Lampung mempunyai potensi yang luar biasa untuk dikelola dan dikembangkan oleh anak-anak muda. Industri kreatif harus terus didorong agar anak-anak muda bisa mebuat karya terbaiknya dan bernilai ekonomi.

 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR