LIWA (Lampost.co) -- Pemkab Lampung Barat melalui dinas tanaman pangan dan holtikuktura setempat berencana melakukan koordinasi dengan sejumlah daerah untuk memetakan produksi sayur mayur guna menstabilkan harga pasar, dan menghindari kelangkaan maupun membanjirnya sayur mayur di pasar.

Plt kepala dinas Tanaman Pangan dan holtikuktura setempat Aguatanto Basmar, Rabu (12/9/2018) mengatakan, Lampung Barat selain menjadi salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Lampung juga merupakan penyuplai tanaman palawija seperti cabai, tomat, kol, wortel dan sayur mayur lainnya.



Selama ini  kata dia, harga jual dan persedian sayur mayur di pasaran fluktuatif, terkadang mengalami kelangkaan yang berdampak pada melambungnya harga dan kerap kali harga anjlok karena membanjirnya pasokan.

"Ini persoalan klasik yang terjadi dari tahun ke tahun, kadang pas langka harga cabai lebih dari Rp60 ribu/kg, tapi ketika pasokan banjir harga dibawah Rp10 ribu, itu terjadi pada semua jenis sayuran," papar Agus.

Inti persoalannya, kata Agus, terletak kurangnya informasi yang diterima oleh para petani di berapa daerah terkait stok kebutuhan pasar dan apa saja yang dominan tengah ditanam oleh petani di daerah lain.

"Persolannya ada pada pola tanam, untuk itu pemerintah harus bisa menjembatani, mempasilitasi dan memberikan informasi kepada petani tentang perkembangan daerah lain sehingga petani bisa mengambil langkah apa yang harus di lakukan," kata dia.

Mantan sekretaris Bappeda Lambar itu meyakini dengan adanya koordinasi dan pertukaran informasi secara kontinu terhadap beberapa  daerah pengasil sayur mayur yang kemudian diterima petani bisa mencegah terjdinya kelangkaan maupun membanjirnya slaah satu tanaman.

"Kita berencana akan mengunjungi daerah penghasil sayuran seperti bandung, Pagar alam dan daerah lain, kita koordinasi dengan pemdanya dan asosiasi petaninya supaya kita dapat informasi. Dengan begitu pemerintah daerah bisa memberi pengarahan kepada petani. Misal kalau di Bandung bulan januari kebetulan banyak petani tanam cabai, petani di Lampung Barat bisa menanam sayuran lain," kata Agustanto.


 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR