LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 5 July
5866

Tags

RESPONSIVE ADS
LAMPUNG POST | Stabilitas Tekan Inflasi
Ilustrasi stabilitas ekonomi. www.bangsaonline.com

Stabilitas Tekan Inflasi

PENAIKAN harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2017 dirasakan masyarakat. Namun, fakta membuktikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, stabilitas harga menjelang puasa dan Lebaran kali ini relatif lebih baik karena tidak menyumbang inflasi yang signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Senin (3/7/2017), mencerminkan hal itu. Bandar Lampung pada Ramadan tahun ini mengalami inflasi 0,54% karena adanya kenaikan indeks harga konsumen dari 129,92 pada Mei 2017 menjadi 130,62 pada Juni 2017.
Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain tarif listrik, angkutan antarkota, serta bahan makanan, seperti kangkung, beras, jeruk, ayam hidup, tomat kecil, pir, kentang, dan tomat buah.
Perubahan harga menjelang Ramadan dan saat Idulfitri memang mendongkrak inflasi. Pola di Lampung sama dengan di pusat. Inflasi pada Juni sangat berkaitan dengan Ramadan, dengan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-57 dari 82 kota diamati. Dari jumlah itu, 79 kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual (4,48%), sedangkan inflasi terendah di Merauke (0,12%).
Inflasi yang tidak signifikan itu tentu patut diapresiasi. Ini tentu tidak lepas dari peran Satuan Tugas (Satgas) Pangan Lampung yang mengawasi distributor sembako bekerja berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang No. 18/2012 tentang Pangan.
Undang-undang mengamanahkan pemerintah mengelola stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, mengelola cadangan pangan pokok pemerintah, dan distribusi pangan pokok demi terwujudnya kecukupan pangan pokok yang aman dan bergizi bagi masyarakat.
Namun, patut terus diingatkan, satgas tidak cukup memantau dan mengawasi bersama dengan Bulog. Tetapi lembaga negara ini harus menjamin stok benar-benar aman dan harganya tidak terus melejit pascalebaran pada tahun mendatang.
Pemerintah juga tidak boleh membiarkan begitu saja aksi spekulan setiap Ramadan dan Hari Raya. Tanpa ketegasan, masyarakat menanggung rugi di saat spekulan pangan menimba pundi-pundi di tengah kebutuhan pangan meninggi.
Kita berharap undang-undang stabilitas harga lekas menjadi nyata. Dengan begitu pengawasan struktural dapat dilakukan. Setiap pedagang wajib meregistrasi harga yang mereka tawarkan sehingga tidak semena-mena mengubah harga. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv