Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kas negara dalam kondisi aman kendati beberapa penerbitan surat utang tak memenuhi target. Kondisi kas yang memadai terlihat dari posisi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang hingga akhir April 2018 di angka Rp133,6 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu Rp123,2 triliun.

"Dengan demikian, posisi kas pemerintah dalam kondisi yang cukup memadai," klaim Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan, kondisi kas negara yang aman tersebut salah satunya karena penerimaan perpajakan yang mengalami perbaikan di mana hingga akhir April mencapai Rp416,9 trilin. Ani berharap kondisi ini bisa terus terjaga di masa-masa mendatang dan nantinya bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui, dalam tiga minggu terakhir lelang surat utang pemerintah tak sesuai hasil. Pada akhir April kemarin, dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp17 triliun, pemerintah hanya menyerap dana Rp6,15 triliun.

Dana yang diserap tersebut hanya berasal dari dua seri saja, sementara tiga seri lainnya memiliki tingkat penawaran yang rendah. Sedangkan di awal Mei, dari lima seri surat utang negara yang dilelang, pemerintah tak mengambil atau menarik dana lantaran tingkat penawaran rendah atau hanya Rp7,18 triliun dari target indikatif sebesar Rp17 triliun.

Ani menjelaskan rendahnya penawaran tersebut ditenggarai karena investor masih mengantisipasi ketidakpastian perkembangan di pasar keuangan. Kendati demikian, lanjut Ani, pemerintah terus mempersiapkan berbagai alternatif pembiayaan melalui private placement sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada pasar keuangan.

"Kita juga bisa melakukan pinjaman program yang bersumber dari development partner, termasuk bilateral dan multilateral yang saat ini terdapat potensi USD1,3 miliar dan 850 juta euro," pungkas dia.



 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR