BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Calon peserta didik baru yang mendaftar melalui ujian mandiri (UM) pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019, di SMAN 2 Bandar Lampung harus bersiap mengelurkan biaya puluhan juta rupiah.

Pasalnya sumbangan pengembangan istitusi (SPI) yang ditetapkan komite sekolah senilai Rp22,8 juta persiswa. Tidak hanya itu, peserta didik juga akan mengeluarkan biaya pendidikan lainnya yakni sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang dibayarkan setiap bulan.



Kepala SMAN 2 Bandar Lampung, Jumani Darjo kepada Lampost.co, Kamis (7/6/2018) mengatakan penetapan SPI akan dibebankan kepada peserta didik baru dari jalur UM yang berjumlah 41 siswa, dihitung berdasarkan kebutuhan mendesak yang diusulkan kepada komite sekolah.

Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk pengembangan intitusi di tempatnya mencapai Rp900 juta. Dana sebesar tersebut, menurutnya untuk mengadakan Proyektor Liquid Crystal Display (LCD) sebanyak 30 unit, closed circuit television (CCTV) 50 unit, membeli mobil minibus Isuzu Elp satu unit, mobil Suzuki Carry satu unit, dan kebutuhan internal sekolah.

“Ada lima item yang dibutuhkan sekolah dan akan dibebankan kepada siswa baru melalui jalur UM, seperti mengadakan CCTV adalah untuk memantau aktivitas sekolah, mobil minibus dengan kapasitas 17 tempat duduk untuk antar jemput bila ada kegiatan, dan sebagainya,” ujar dia.

Ia mengatakan, dana yang nantinya terhimpun akan dikelola oleh komite sekolah termasuk dalam pengadaan barang. “Mengenai jalur UM ini sekolah hanya mengusulkan saja, dalam penghimpunan dana dan wawancara kepada calon siswa juga akan dilakukan komite sekolah.

Kendati telah menetapkan biaya SPI pada jalur UM, dalam menseleksi siswa tetap dilakukan tes tertulis menggunakan komputer. “Jumlah pendaftar pada jalur UM ini mencapai 100 peserta, sedangkan yang diterima hanya 41 siswa, artinya tidak semua diterima. Menetukan siapa saja yang diterima akan dilakukan tes menggunakan komputer,” kata dia.

Kemudian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Sulpakar mengatakan daya tampung peserta didik dari jalur UM sebesar 5% dari jumlah siswa yang akan diterima disatuan pendidikan. Menurutnya, siswa yang diterima akan dimintai SPI dengan besaran biaya bergantung pada kebutuhan sekolah.

“Kebijakan UM dengan meminta SPI kepada calon siswa, sudah musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA konsultasikan kepada Unila. Nilai SPI ditetapkan di tiap sekolah berbeda-beda bergantung kebutuhan sekolah yang diusulan sekolah kepada komite sekolah,” kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR