SUDAH hampir sebulan sejak peresmian tol Lampung yakni 8 Maret lalu, jalan tol Baterpang (Bakauheni—Terbanggibesar—Pematangpanggang) masih dapat diakses masyarakat secara gratis. Alasannya, tol masih dalam tahap sosialisasi. 

Masyarakat di Lampung tentu patut gembira akan hadirnya Jalan Tol Trans-Sumatera tersebut. Keberadaan jalur cepat bebas hambatan itu menjadi kebanggaan warga Lampung apalagi paling terasa saat musim liburan atau mudik Lebaran tiba. 



Keberadaan tol yang berhasil terwujud pada era Presiden Joko Widodo juga berkah bagi pelaku usaha. Melewati tol memang menambah biaya operasional. Namun, tol juga memberi keuntungan lebih, waktu tempuh distribusi barang menjadi lebih efisien. 

Bayangkan, dari Pelabuhan Bakauheni menuju Gunungsugih, Lampung Tengah, bisa mencapai 4 jam lewat perjalanan by pass, sementara jika melalui tol hanya satu jam lebih. Efisiensi jarak dan waktu tempuh tentu amat menguntungkan pelaku bisnis. 

Untuk beroperasi penuh, tarif tol Baterpang telah disahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pelaksanaan tarif tol direncanakan Senin, 8 April mendatang. Namun, kabar terbaru, tarif tol Baterpang masih akan dikaji kembali. 

Para pengusaha di Lampung belum sepakat soal tarif tol Baterpang yang telah ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tarif Baterpang ruas Bakauheni—Terbanggibesar itu rata-rata Rp1.000 per kilometer.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Lampung Yusuf Kohar memaparkan jalan tol merupakan investasi bagi provinsi untuk mengembangkan pertumbuhan ekonominya. Penetapan tarif dalam menggunakan infrastruktur itu sepatutnya dapat didukung penuh.

Apindo menilai walaupun terbilang mahal, tarif yang ditetapkan itu masih tergolong terjangkau. Terlebih, dengan keuntungan yang akan didapatkan pengguna jalan tol. Apalagi, tol ini menyandang status sebagai tol terpanjang di Indonesia.

Tol Baterpang memiliki panjang 140,94 km atau mengalahkan Cikampek—Palimanan 116,75 km. Hadirnya tol dipastikan menambah geliat ekonomi Lampung dan provinsi tetangga. Lampung sebagai gerbang Sumatera makin mudah diakses lewat jalur darat.

Organisasi Angkutan Darat Lampung menganggap tarif tol masih tinggi dengan Rp800 per kilometer di golongan I, Rp1.200 di golongan II dan III, serta golongan IV dan V Rp1.592. Dalam kalkulasinya, tarif jalan tol idealnya berada pada kisaran Rp750 per km di golongan I dan Rp1.000 untuk golongan II.

Namun patut pula dicatat tarif tol Baterpang ruas Bakauheni—Terbanggibesar lebih murah dibanding dengan tarif yang ditetapkan untuk tol Trans-Jawa. Jika tarif tol Baterpang rata-rata Rp1.000 per kilometer, di Pulau Jawa lebih besar lagi.

Untuk tarif golongan I, tarif termahal tol Surabaya—Madura (Suramadu) Jawa Timur yakni Rp2.778/km, lalu ruas Cipinang—Jakasampurna atau Jakarta Timur ke Bekasi Rp1.667/km, serta tol Cimanggis—Cisalak, Bogor adalah Rp1.286/km.

Keputusan yang diambil pemerintah mengenai tarif tol perlu mengedepankan pertimbangan khalayak. Jangan sampai tarif yang tinggi membuat warga memilih kembali jalan by pass sehingga jalan tol menjadi sepi dan tidak digunakan secara maksimal.

Tarik ulur tarif tol merupakan hal lumrah. Kepentingan bisnis para pengusaha patut menjadi pertimbangan. Di sisi lain kepentingan negara dan investasi yang telah ditanam juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tarif tol. 

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR